Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Pamitan Kepada Warga Magelang, Taruna Akmil Tingkat III Lakukan Kirab

Pamitan Kepada Warga Magelang, Taruna Akmil Tingkat III Lakukan Kirab

  • calendar_month 1 menit yang lalu

BNews–MAGELANG– Ratusan warga memadati kawasan Alun-alun Magelang pada Jumat (26/6/2026) siang WIB. Mereka nampak antusias menyaksikan Kirab Pamitan Taruna Tingkat III dalam rangka tradisi Korps Taruna Akademi Militer (Akmil) kepada warga Kota Magelang.

Adapun taruna yang melaksanakan kirab ini sebanyak 514 orang terdiri dari 30 taruni dan 484 taruna. Acara ini menandai berakhirnya masa pendidikan mereka di Lembah Tidar sekaligus menjadi momen berpamitan kepada masyarakat setempat sebelum dilantik menjadi perwira remaja pada Juli mendatang.

Gubernur Akmil, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Rano Tilaar menyatakan bahwa kirab budaya ini merupakan simbol perwujudan sopan santun ketimuran. Selama menempuh pendidikan, para taruna tidak hanya belajar dan berlatih secara militer, tetapi juga membaur dan berinteraksi erat dengan warga Kota maupun Kabupaten Magelang.

“Ibarat peribahasa Melayu, apabila datang harap kelihatan muka, pulang usahakan kelihatan punggung. Kalau datang kita kulo nuwun, maka saat pulang pun harus pamit dengan baik, sekaligus memohon maaf jika ada kekhilafan selama berinteraksi di sini,” ujarnya kepada wartawan.

Acara ini merupakan bagian dari tradisi korps tahunan menjelang penutupan pendidikan (Tupdik). Berdasarkan lini masa yang telah diagendakan, para taruna dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada 16 Juli 2026.

“Mereka akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti penutupan pendidikan di Cilangkap, di Mabes TNI. Yang akan dipimpin langsung oleh Panglima TNI,” jelas Rano.

IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Setelah melewati rangkaian gladi kotor dan gladi bersih, puncak acara berupa Upacara Prasetya Perwira (Praspa) direncanakan berlangsung pada 21 Juli 2026. Pada upacara pelantikan menjadi perwira remaja, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Terkait penyesuaian masa pendidikan di Akmil dari empat tahun menjadi tiga tahun, Rano menyebut langkah ini diambil guna merespons dinamika tuntutan organisasi.

Pemerintah tengah mengoptimalkan program pembentukan sekitar 500 Batalyon Teritorial Pembangunan (Batalyon TP) yang ditargetkan tersebar di setiap kabupaten di Indonesia.

“Karena kebutuhan organisasi inilah, kami mempercepat proses pendidikan, namun tidak menurunkan kualitas lulusan demi mengejar kuantitas semata. Faktor mutu tetap menjadi prioritas utama,” tegas Rano.

Di sisi akademik, Akmil yang telah bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Militer memastikan para lulusannya tetap menyandang gelar Sarjana Terapan Pertahanan.

Guna meraih gelar tersebut, setiap taruna diwajibkan menyelesaikan beban studi sebanyak 144 SKS dan 5.454 jam pelajaran. Yang terbagi ke dalam lima program studi (prodi), yaitu Manajemen Pertahanan; Administrasi Pertahanan; Teknik Sipil Pertahanan; Teknik Elektro Pertahanan; dan Teknik Mesin Pertahanan.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Akmil dalam menjaga tradisi kirab pamitan ini.

“Tradisi kirab ini sangat membanggakan warga. Akademi Militer adalah bagian dari Kota Magelang, bagian dari masyarakat kami,” ungkapnya.

Atas nama seluruh warga, Wali Kota Magelang turut melepas dan mendoakan kelancaran tugas bagi para taruna yang akan segera mengemban amanah baru di berbagai penjuru tanah air.

“Dari Kota Magelang, dari Lembah Tidar, kami mengucapkan selamat bertugas. Tetap cintai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less