Berantas Kekerasan Seksual Anak Lewat Kesenian

ANAK : Salah satu poster yang menyerukan penlakan kekerasan terhadap anak pada acara Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan tahun 2018 di sawangan (9/12)--(Foto--rth)

ANAK : Salah satu poster yang menyerukan penlakan kekerasan terhadap anak pada acara Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan tahun 2018 di sawangan (9/12)--(Foto--rth)

BNews–SAWANGAN– Tari Topeng ireng membuka Performing Art dengan Tema Penghapusan Kekerasan Seksual, di Dusun Keron, Krogowanan, Sawangan (9/12). Peforming Art ini adalah salah satu serangkaian acara Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan tahun 2018 yang dilaksanakan mulai tanggal 25 November – 10 Desember 2018 oleh Sahabat perempuan Magelang.

 

Acara perfoming art tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial PPKB PPPA, Ketua TP PKK Kab. Magelang, anggota DPRD Kab Magelang, FORKOMPINCAM Sawangan serta Kepala Desa Krogowanan, Sawangan. Tidak hanya tari topeng ireng dalam acara ini juga dimeriahkan oleh tari tarian persembahan dari sanggar Seni Sujana Keron diantaranya Tari Gojeg Bocah, Kuda Lumping dan masih banyak lainya.

 

Menurut Soedjono seniman dan Koordinator Sanggar Seni Sujana selain untuk memeriahkan acara tersebut Kesenian adalah salah satu senjata untuk memberantas Kekerasan Seksual, “Kami mendukung penuh acara ini, menurut saya seni adalah salah satu senjata untuk memberantas Kekerasan Seksual, dengan berkesenian orang orang tidak ada waktu lagi untuk kekerasan seksual terhadap perempuan maupun anak anak”, tuturnya.

 

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Magelang, Tanti Zaenal Arifin yang juga isitri dari Bupati Kabupaten Magelang menyampaikan dalam orasinya yakni dalam pemberantasan Kekerasan Seksual terhadap anak maupun Perempuan perlu adanya kerja sama seluruh elemen masyarakat. “Butuh kerja sama dan komunikasi yang baik seluruh elemen masyarakat dalam pemberantasan kekerasan seksual ini, yang terlebih dahulu adalah penguatan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat,” katanya.

 

“Dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Magelang sudah memiliki Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), nanti teman teman dari sahabat perempuan akan membantu dan menemani masyarakat dalam hal ini khususnya kasus kekerasan,” imbuhnya.

 

Selaras dengan yang dikatakan Ketua TP PKK Kab. Magelang, Putri Andani Prabasasi Ketua Sahabat Perempuan Kabupaten Magelang juga mengatakan pemberantasan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan ini tidak mudah, perlu adanya kerjasama seluruh elemen masayarakat . Saat ini kabupaten magelang sedang darurat kekarasan Seksual terhadap anak dan perempuan.

 

“Data yang masuk di kami untuk wilayah Kabupaten Magelang hingga Bulan Oktober 2018 sudah ada 46 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang didampingi Sahabat Perempuan. Rata-rata tiap tahun kasus yang didampingi Sahabat Perempuan sekitar 60 kasus. Di mana kasus kekerasan dalam rumah tangga adalah kasus yang paling mendominasi, dan kemudian diikuti oleh kasus kekerasan seksual anak,” katanya.


 

“Saya berharap terhadap Pemkab Magelang dapat bersinergi dalam pemberatasan masalah memprihatinkan ini, dan untuk Dinas terkait supaya banyak banyak memperhatikan masyarakat yang ada di desa melakukan penyuluhan atau sosialisasi tentang sex edukasi kepada masyarakat luas terlebih anak – anak,” pungkasnya. (rth-bsn)

error: Content is protected !!