Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » BKB Lakukan Ekskavasi Situs Samberan Magelang, Temukan Arca Perunggu

BKB Lakukan Ekskavasi Situs Samberan Magelang, Temukan Arca Perunggu

  • calendar_month Kam, 15 Sep 2022

BNews—MAGELANG— Balai Konservasi Borobudur (BKB) melakukan ekskavasi terhadap Situs Samberan di Dusun Samberan, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Yang mana dilakukan sejak 23 Agustus hingga 19 September 2022.

Koordinator Perlindungan BKB Muhammad Taufik mengungkap, berdasar laporan Japan International Cooperation Agency (JICA) sekitar tahun 1979 bahwa di Dusun Samberan diduga terdapat candi dari batu bata.

Kemudian pada tahun 2000, BKB melakukan survei dan juga berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di daerah ini juga ditemukan lapik atau alas arca.

”Tahun 2002 diekskavasi oleh Balai Arkeologi (Balar). Tetapi saat itu belum banyak yang digali. Nah sejak muncul Perpres Nomor 58 Tahun 2014, dijadikanlah kawasan Candi Borobudur dan diserahkan ke BKB. Tahun 2019, dikaji oleh BKB dan ditemukan empat sudut candi,” ungkap Taufik, Rabu (14/9/2022).

Dia menjelaskan, untuk melindungi candi berbahan batu bata merah agar tidak cepat rusak, kemudian dibuat selter-selter. Dia lantas mengusulkan agar semua dibuka karena sudut-sudutnya sudah ditemukan.

”Kita buka sekalian dikupas bagian tengahnya. Ternyata ada temuan baru juga ada batu bata merah di tengah-tengah itu. Dari temuan tersebut, kemungkinan candi ini tidak memiliki bilik,” jelasnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Taufik menyebut, bata merah untuk bangunan candi relatif tipis, tebalnya lima sentimeter, biasanya 10 sentimeter. Untuk luas bangunan candi 16×14 meter dan diperkirakan usianya sama dengan Candi Borobudur dibangun antara abad ke-7 hingga ke-9.

”Dalam ekskavasi ini juga ditemukan arca perunggu tetapi belum diketahui dewa apa karena atributnya ada yang hilang. Ditemukan di kedalaman sekitar dua meter. Untuk ketinggian arca sekitar 40 sentimeter, arca ini ditemukan pada Jumat 26 Agustus 2022 lalu,” imbuhnya.

Dosen Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM Dwi Pradnyawan menyebut, sebenarnya pernah ada laporan dari Hindia-Belanda bahwa Candi Borobudur dikelilingi oleh situs-situr. Tidak hanya bercorak Buddha, tapi juga Hindu.

”Hal itu berbanding terbalik dengan Candi Prambanan yang dikelilingi candi-candi Buddha,” ujarnya.

Biasanya, lanjut Dwi, tidak banyak situs yang berbahan batu bata. Kebanyakan yang dipublikasikan hanya berbahan batu andesit. Ada (situs yang berbahan batu bata), tapi yang diekspos seperti ini (Situs Samberan) tidak banyak.

”Dengan luas bangunan candi 16×14 meter itu (terbilang) cukup besar. Tapi memang belum diketahui bentuknya, baru diketahui denahnya karenan memang baru bisa diungkap sebatas itu,” imbuhnya.

”Untuk denahnya, kemungkinan ini (candi batu bata) terbesar di Jawa Tengah. Kalau di Jawa Timur, banyak. Di Jawa Tengah, untuk denah ini ya (terbilang) cukup besar, belum ada contoh (candi) batu bata sebesar ini,” lanjutnya.

Untuk diketahui, lokasi Situs Candi Samberan berjarak sekitar 4 kilometer dari Candi Borobudur. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less