Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » BNNK Magelang Rehabilitasi 377 Klien Sepanjang 2025, Ratusan Terpapar Pil Sapi

BNNK Magelang Rehabilitasi 377 Klien Sepanjang 2025, Ratusan Terpapar Pil Sapi

  • calendar_month Kam, 25 Des 2025

BNews–MAGELANG – Sepanjang tahun 2025, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Magelang telah merehabilitasi sekaligus melakukan skrining intervensi lapangan terhadap 377 klien.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 179 orang tercatat sebagai coba pakai Trihexyphenidyl (pil sapi), sementara 181 orang tidak terindikasi penyalahgunaan narkoba. Adapun 18 orang lainnya menjalani rehabilitasi rawat jalan karena rutin menggunakan pil sapi (Trihexyphenidyl).

Kepala BNNK Magelang, Kombes Pol Rachmat Kurniawan, menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 44 klien yang mendapatkan layanan di Klinik Bina Sehat BNNK Magelang.

“Jumlah total klien di Klinik Bina Sehat BNNK Magelang, ada 44 orang, untuk memastikan akses rehabilitasi yang merata dan berstandar tinggi. Sebab kejahatan Narkotika kian meresahkan dan membahayakan masa depan bangsa,” tegas Rachmat Kurniawan dalam pers rilis akhir tahun, Rabu (24/12/2025).

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam penanggulangan narkoba di wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang; dan Kabupaten Purworejo, BNNK Magelang terus meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan; serta peredaran gelap narkotika.

Pasalnya, kejahatan narkotika dinilai semakin meresahkan dan mengancam masa depan generasi muda.

“Sepanjang tahun 2025, BNNK Magelang telah menandatangani 37 dokumen kerja sama dengan stakeholder, terdiri dari instansi pemerintah, BUMN, lingkungan pendidikan, dan komponen masyarakat,” katanya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Lebih lanjut, Rachmat menjelaskan bahwa arah kebijakan BNNK Magelang berfokus pada penciptaan masyarakat yang bebas dari ancaman narkoba; serta mewujudkan visi Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

Hal tersebut dilakukan melalui berbagai program penanganan permasalahan narkotika, meliputi bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat; rehabilitasi penyalahgunaan narkotika, serta penguatan hukum, kerja sama, dan pemberantasan narkotika.

Semangat kebersamaan juga diwujudkan melalui pelayanan dan perlindungan di tiga zonasi utama, yakni Kota Magelang, Kabupaten Magelang; dan Kabupaten Purworejo.

Upaya ini dilakukan dengan membangun kolaborasi dan komunikasi bersama para pemangku kepentingan; sekaligus mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkotika.

“Sehingga masyarakat mampu mengendalikan diri, menghindar, dan menolak segala bentuk penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika,” imbuhnya.

Dalam rangka membangun kesadaran masyarakat, BNNK Magelang juga menjalankan program prioritas nasional Desa/Kelurahan Bersinar; berbasis sumber daya pembangunan desa.

Hingga kini, tercatat 24 Desa Bersinar di Kabupaten Magelang, 10 kampung bersih di Kota Magelang, serta 6 Desa Bersinar di Kabupaten Purworejo.

Pada sektor pendidikan, Kombes Pol Rachmat Kurniawan menyebutkan bahwa sebanyak 207 sekolah telah dikukuhkan; melalui Surat Keputusan Bupati Magelang. Dari jumlah tersebut, empat SMP telah mengimplementasikan program dengan baik, serta terdapat satu kampus Bersinar.

“Saat ini, ada 50 orang relawan melakukan bimbingan teknis terhadap penggiat anti narkoba, dan sebanyak 25 orang dari lingkungan pemerintah,” jelasnya.

Selain itu, BNNK Magelang juga melaksanakan kegiatan deteksi dini melalui tes urine terhadap 2.071 orang dari 28 instansi atau kelompok.

“Dari jumlah itu, terdeteksi satu orang positif methamphetamine, selanjutnya direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi,” pungkasnya. (bsn)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less