Bocah 8 Tahun Dianiaya Tetangganya di Sleman, Kepalanya Dibenturkan Tembok

BNews–SLEMAN– Pria berusia 44 tahun di Sleman ini nekat aniaya seorang bocah 8 tahun. Mirisnya lagi, korban merupakan tetangganya sendiri.

Tragedi bengis tersebut terjadi di Dusun Mayangan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping. Pelaku diketahui bernama Sumardiyono, 44 yang nekat aniaya korban hanya karena masalah ejekan.

Korban sendiri diketahui masih seorang murid kelas 2 Sekolah Dasar. Ia masih terbaring lemas di rumahnya.

Pihak keluarga menyebut, kepala bocah itu masih pusing karena didiagnosa oleh dokter mengalami gegar otak. Sementara bagian punggung kaki kanannya patah.

Ayaha Korban, Daniel Hartono, 31, menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada 11 Juli lalu. Kala itu, anaknya sedang bermain bersama dua rekannya di seputaran rumah pelaku.

DPD PKS Magelang Ramadhan

“Awalnya anak saya sama teman-teman lewat depan rumah pelaku. Ada kata-kata bilang bahasa Jawanya jarene tuku motor dene mong gawe ‘katanya beli motor tapi kok cuma bikin’ begitu. Awalnya tidak ditanggapi (pelaku). Terus akhirnya dikejar yang tertangkap anak saya,” ujar Daniel dikutip Kumparan (23/7/2020).

Korban yang tertangkap pelaku kemudian dianiaya. Rambutnya dijambak dan dibenturkan ke tembok pagar rumah sebanyak lima kali, kemudian kakinya juga diinjak pelaku. Sedangkan dua bocah lain berhasil bersembunyi.

“Dibenturkan ke pagar 5 kali dan diinjak,” ucap dia.

Setelah kejadian itu, pelaku sempat datang ke rumah korban dan marah-marah pada ibu korban, Tara Sayuti, 32. Saat itu, Tara tidak mengetahui masalah yang terjadi.  

DOWNLOAD MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Hari itu juga sang ibu terus menanyai anaknya yang menangis. Dari sana korban mengaku telah dianiaya oleh pelaku.

“Lalu dibawa ke rumah sakit. Tapi belum ketahuan sakitnya apa,” kata Tara.

Selang beberapa hari, korban kemudian dibawa lagi ke rumah sakit oleh orang tuanya. Berdasarkan hasil rotogen, diketahui ada pendarahan di otak dan patah kaki di punggung kaki kanan.

“Pendarahan otak gegar otak sama patah tulang di punggung kaki,” kata Daniel.

Daniel menuturkan, seharusnya anaknya masih harus dirawat di rumah sakit. Namun akibat pandemi virus corona dan usianya yang masih kecil, anaknya menjalani jalan di rumah. Meski begitu, dokter tetap memantau kondisi di waktu tertentu.

Kasus ini sebenarnya sudah sempat dicoba mediasi oleh dukuh setempat. Hanya saja karena pelaku tidak menunjukkan itikad baik dan pelaku juga pernah melakukan tindakan yang sama terhadap bocah lainnya, kasus ini dibawa ke ranah hukum.

“Kita pingin kekeluargaan tapi hasil akhirnya dia mau ambil enaknya dia tidak mau tanggung jawab. Terus masalah ini dibawa ke jalur hukum oleh warga. Ini bukan yang pertama kali kejadian serupa pernah terjadi (ke anak lain) tapi hanya minta maaf,” kata Daniel.

DOWNLOAD MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Keluarga korban melapor ke polisi pada 21 Juli lalu. Pelaku kemudian ditangkap Polsek Gamping pada 22 Juli.

Kanit Reskrim Polsek Gamping ,Iptu Tito Satria Pradana, mengatakan pelaku sebenarnya tidak tinggal di desa tersebut. Namun dia berdomisili di situ, sehingga pelaku dan korban bertetangga.

“Pelaku kami amankan sekitar pukul 10.00 di Jalan Kabupaten, Sleman, kemarin,” ucap Satria.

Selain itu, berdasarkan hasil tes kejiwaan, pelaku dinyatakan normal. “Tidak (ada indikasi gangguan jiwa) pelaku normal,” jelas Satria,

Dalam kasus ini, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku Dijerat Pasal 80 UU Perlindungan Anak Jo Pasal 351 KUHP dengan hukuman penjara mencapai 15 tahun. (*/islh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: