Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Mahasiswa KKN Untidar Ajak Siswa SDN Cokro Magelang Olah Sampah Daun Jadi Karya Ecoprint

Mahasiswa KKN Untidar Ajak Siswa SDN Cokro Magelang Olah Sampah Daun Jadi Karya Ecoprint

  • calendar_month Sel, 27 Jan 2026

BNews-MAGELANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) periode 2026 mengajak siswa SD Negeri Cokro berkreasi memanfaatkan sampah daun menjadi karya seni melalui teknik ecoprint.

Kegiatan edukasi bertajuk cerdas mengolah limbah tersebut dilaksanakan pada Januari 2026 dengan melibatkan seluruh siswa kelas lima. Program ini bertujuan menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus mengasah kreativitas dan kemampuan artistik anak sejak dini.

Mahasiswa mengajak siswa melihat potensi limbah organik, khususnya sampah daun yang selama ini kerap dibiarkan menumpuk di area sekolah, agar dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna.

Edukasi Pengelolaan Sampah

Kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi mengenai pengelolaan sampah. Siswa diberikan pemahaman tentang klasifikasi jenis sampah, cara pengolahan yang tepat, hingga dampak negatif terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan memiliki pola pikir kritis dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Ketua kelompok KKN Untidar bernama Budi Firmansyah mengungkapkan bahwa limbah organik seperti sampah daun memiliki nilai fungsional jika dikelola inovasi. Melalui teknik ecoprint tim ingin mengubah pola pikir siswa agar tidak lagi melihat sampah sebagai beban berat bagi lingkungan sekitar.

Budi juga menekankan bahwa sampah daun merupakan sumber daya kreatif yang dapat diberdayakan secara berkelanjutan untuk menghasilkan produk bernilai seni tinggi. Pemanfaatan bahan alam tersebut menjadi fokus utama dalam memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh peserta didik di sekolah tersebut.

Praktik Ecoprint di Tas Kain

Setelah menerima materi teori, siswa diajak praktik langsung membuat ecoprint menggunakan media tas kain. Mereka belajar mencetak pigmen warna dan pola alami dari daun serta bunga ke permukaan kain.

Bahan-bahan yang digunakan berasal dari lingkungan sekitar sekolah, sehingga selain ramah lingkungan juga mudah diperoleh.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Metode praktik ini dinilai mampu membuat siswa lebih memahami konsep daur ulang sekaligus menghasilkan karya seni unik.

Apresiasi juga datang dari pihak sekolah. Ibu Indarti selaku Wali Kelas lima yang menekankan bahwa kolaborasi ini memberikan dimensi pembelajaran baru bagi siswa. Beliau merasa senang karena mahasiswa membawa metode pembelajaran yang sangat segar sehingga siswa sangat antusias dalam mengeksplorasi bakat seni mereka.

Bentuk Karakter Peduli Lingkungan

Melalui kombinasi edukasi dan praktik, kegiatan ini diharapkan membentuk karakter siswa yang lebih peduli terhadap persoalan sampah sejak dini.

Mahasiswa berharap program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menciptakan generasi muda yang inovatif, kreatif, dan sadar pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. (adv)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less