5 Mahasiswa Far Eastern University Filipina Ikuti Program SEA-Teacher di Untidar Magelang
- calendar_month Rab, 23 Okt 2024

Lima Mahasiswa Far Eastern University (FEU) Filipina menjalani program pertukaran mahasiswa program studi kependidikan di Untidar Magelang. (foto: ist)
BNews–MAGELANG– Universitas Tidar (Untidar) MAGELANG menjalin kerja sama dengan Far Eastern University (FEU) Filipina di bawah naungan Asosiasi Kementerian Pendidikan se-Asia Tenggara atau Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).
Salah satu implementasi kegiatan ini adalah program SEA Teacher yaitu program pertukaran mahasiswa program studi kependidikan di perguruan tinggi se-Asia Tenggara.
Program ini bertujuan memberikan pengalaman mengajar di berbagai negara di Asia Tenggara.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, FKIP Untidar, Siswanto mengatakan, saat ini ada lima mahasiswa dari FEU Filipina yang sedang menjalani program SEA-Teacher di Untidar.
“Lima mahasiswa ini akan melakukan praktik mengajar di SMP Negeri 1 Magelang dan SLBN Kota Magelang selama 28 hari terhitung mulai dari 14 Oktober 2024,” kata Siswanto yang juga sebagai PIC kegiatan SEA-Teacher, dalam rilis pers yang diterima BorobudurNews.com.
Kegiatan mahasiswa SEA-Teacher pada minggu pertama adalah melakukan observasi, minggu ke-2 mulai terlibat dalam kegiatan belajar mengajar, minggu ke-3 evaluasi, dan minggu terakhir menyusun laporan.
“Selain praktik mengajar, mahasiswa FEU juga akan kami magangkan untuk belajar Bahasa Indonesia,” ujar Siswanto.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Dalam program SEA-Teacher ini, selain menerima mahasiswa, FKIP Untidar juga mengirimkan empat mahasiswa ke FEU. Tim Sea Teacher Untidar diperkirakan berangkat pada 23 Oktober 2024 ke FEU. Mereka juga akan menempuh program selama 28 hari.
Dengan mengikuti program ini, Siswanto berharap FKIP Untidar dapat menunjukan eksistensinya di ranah Internasional dan dapat meng-upgrade kemampuan mengajar mahasiswa FKIP.
“Tujuan mengikuti program untuk menginternasionalkan FKIP karena kegiatan unggulan di FKIP itu magang kependidikan salah satunya adalah Pengenalan Lapangan Persekolahan. Kami ingin membudayakan mahasiswa FKIP supaya mengenal budaya persekolahan tidak hanya di Indonesia. Tapi juga memahami dan menguasai kultur pendidikan di Luar negeri. Kami berharap mahasiswa dari kedua belah pihak dapat mengembangkan kemampuan softskill dan hardskill di bidang pengajaran,” terangnya.
Salah satu mahasiswa pertukaran dari FEU, Roxy, mahasiswa prodi Pendidikan Jasmani, mengungkapkan alasannya untuk bergabung dalam program ini karena ingin belajar budaya Indonesia.
“Saya mau keluar dari zona nyaman saya dan mau belajar hal baru di Indonesia, bagaimana pendidikan disini dan bagaimana budaya disini, saya mau belajar itu. Saya berharap dari program ini saya bisa menjadi guru yang dapat mengajar dengan lebih efektif,” ungkapnya.
Senada dengan Roxy, Allie, mahasiswa prodi Pendidikan Kebutuhan Khusus, mengungkapkan program ini akan memberikan pengalaman yang berarti baginya.
“Program ini akan menjadi pengalaman yang berbeda. Tidak hanya untuk diri saya yang akan tinggal sendiri jauh dari keluarga tapi juga untuk pengetahuan yang saya miliki. Saya akan mendapatkan pengalaman berbeda dari buku-buku yang saya baca. Program ini akan membantu saya menambah pengetahuanku dan pengalaman,” ujar dia. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7




Saat ini belum ada komentar