BPPTKG: Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, Gempa Dan Guguran Sering Terjadi

BNews–JOGJA– Aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Yogyakarta dengan Jawa Tengah, saat ini masih berstatus Siaga. Kegempaan dan guguran masih sering terjadi di Gunung Merapi.

Oleh karena itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) berkesimpulan jika aktivitas seismik maupun deformasi yang terjadi di Gunung Merapi masih tinggi.

Guguran yang terjadi di Merapi juga meningkat hingga menyebabkan perubahan morfologi di puncak Gunung Merapi. Tidak hanya itu, rekahan juga terbentuk di sisi barat-barat laut. Konsentrasi gas karbondioksida juga meningkat.

“Indikasi tersebut menunjukkan proses desakan magma yang akan keluar ke permukaan. Wilayah barat-barat laut juga menjadi wilayah yang berada dalam bahaya Gunung Merapi jika sewaktu-waktu erupsi. Hal tersebut berdasarkan data deformasi dan perubahan morfologi lereng Gunung Merapi,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, (6/12/2020). dikutip Harjo.

Hanik menegaskan jika erupsi secara eksplosif yang ditimbulkan oleh Gunung Merapi kekuatannya tidak akan sebesar erupsi 2010. Hal tersebut berdasarkan kepada sejumlah hal. Di antaranya, tidak terjadi kegempaan dalam menunjukkan tidak adanya tekanan berlebihan di dapur magma.

“Kedua, migrasi magma berlangsung secara pelan dengan indikator seismisitas VTB yang terjadi. Ketiga, jumlah dan pola peningkatan kegempaan dan deformasi EDM mengikuti pola erupsi 2006 yang mana bersifat efusif. Terakhir, banyak terjadinya gempa hembusan yang menandakan lepasnya gas,” ungkap Hanik.

Oleh karena itu, BPPTKG mengimbau agar masyarakat senantiasa mengikuti anjuran pemerintah, dalam hal ini pemerintah kabupaten Sleman maupun Pemda DIY serta tidak terpengaruh dengan adanya informasi yang tidak jelas sumbernya.

Sementara itu, berdasarkan data pemerintah kecamatan Cangkringan pada Jumat (5/12/2020) lalu, jumlah pengungsi yang berada di barak pengungsian balai desa Glagaharjo Cangkringan Sleman sebanyak 240 orang. Sedangkan, hewan ternak yang diungsikan sebanyak 166 ekor.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Camat Cangkringan Suparmono sebelumnya mengatakan jika pihaknya sudah menyediakan sejumlah agenda bagi pengungsi yang ada di barak pengungsian. Selama seminggu, pengungsi sudah diberikan jadwal aktivitas bagi pengungsi.

“Sejumlah komunitas yang ada di Jogja kami gandeng agar bisa memberikan pelatihan membuat kerajinan. Sasarannya adalah pengungsi kelompok umur dewasa. Dikarenakan, mereka (pengungsi kelompok umur dewasa) kan masih berpotensi untuk membuat kerajinan tangan,” pungkasnya. (*/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: