Bulog Magelang Pastikan Stok Beras Aman hingga 2026, Ini Jumlahnya
- calendar_month Jum, 19 Des 2025

ilustrasi tumpukan karung beras di gudang Bulog
BNews-MAGELANG – Stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Magelang hingga pekan ketiga Desember 2025 mencapai 36.536 ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan beras tahun 2026 selama beberapa bulan ke depan.
“Bantuan pangan beras November dan Desember 2025 di Magelang mencapai 9718 ton,” kata Pemimpin Cabang Bulog Magelang, Ichsan Suradilaga, Rabu (18/12/2025).
Ichsan menjelaskan, stok beras Bulog yang berada di wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Wonosobo, Temanggung; Purworejo, dan Kebumen sebagian disimpan di gudang milik swasta yang disewa Bulog.
Hal ini karena kapasitas gudang Bulog tidak mampu menampung seluruh hasil penyerapan beras petani lokal sepanjang tahun 2025.
Selain untuk bantuan pangan, cadangan beras Bulog juga dimanfaatkan untuk keperluan stabilisasi harga pangan. Beras Bulog disalurkan dalam bentuk beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Beras medium tersebut dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram atau Rp 62.500 per kemasan 5 kilogram dan tersedia tanpa pembatasan jumlah.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
Distribusi dan pemasaran beras SPHP dilakukan melalui kerja sama dengan TNI, Polri, pedagang, serta gerai di pasar tradisional.
“Harga beras SPHP di depan gudang Rp 11 ribu per kg,” kata Ichsan Suradilaga.
Sementara itu di Kabupaten Kebumen, Kepala Pergudangan Bulog Selang Kebumen, Sidik Sugiharto, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pangan beras; dan minyak goreng untuk alokasi November dan Desember 2025 telah selesai dilaksanakan pada Jumat (12/12/2025).
Setiap penerima manfaat memperoleh 20 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Sidik menambahkan, cadangan beras Bulog di Kebumen masih mencukupi apabila kembali dilaksanakan program bantuan pangan, bahkan mampu memenuhi kebutuhan hingga tujuh alokasi per bulan.
“Penerima manfaat bantuan pangan di Kebumen 128.579 keluarga,” kata Sidik Sugiharto. (*/bernas)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani



Saat ini belum ada komentar