Dampak Pandemi, SD Tema Gunungpring Magelang Kembangkan Pesantren Terpadu

BNews—MAGELANG— SD Terpadu Ma’arif (Tema) Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang membangun Pesantren Terpadu. Pembangunan ini untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19.

Sebab, adanya pandemi ini membuat membuat siswa tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SD Tema, Fitri Haryanti.

Dia menyebut, peletakan batu pertama pembangunan pesantren terpadu Ma’arif Gunungpring ini dilakukan pengasuh Ponpes Al Husain Krakitan KH Muhsin AH bersama Kyai Abu Qomarudin dan sejumlah kyai lainnya. 

“Dengan model pendidikan pesantren maka siswa akan bisa mengikuti pendidikan tanpa terganggu pandemi. Tentunya akan tetap menerapkan prosedur kesehatan (prokes) ketat,” ujarnya, seusai peletakan batu pertama. 

Fitri mengungkapkan, siswa SD Tema selama ini sudah menjalankan pendidikan daring dan luring. Meski model pendidikan daring berjalan baik namun ada sisi lemah yakni dari sisi pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai keislaman serta budi pekerti.

”Banyak orang tua mulai kerepotan dalam membantu pendidikan daring anak-anak mereka. Dampak negatif internet juga bisa mempengaruhi perkembangan tumbuh kembang anak didik,” ungkapnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Sementara itu, Ketua Yayasan Terpadu Ma’arif Gunungpring Amron Awaludin menegaskan bahwa pengembangan Pesantren Terpadu ini dimotori oleh wali murid dan komite sekolah. Mereka bergotong royong untuk bersama sama mengatasi dampak pandemi virus corona dengan membangun Pesantren Terpadu. 

”Kami tidak terlena dengan pandemi virus corona. Kami justru menjadikan pandemi sebagai momentum untuk bangkit dan mengembangkan pendidikan islami secara maksimal,” tandasnya.

Ketua Panitia Pembangunan Pesantren Terpadu, Sultoni menambahkan, pesantren dibangun secara gotong royong oleh wali murid, komite sekolah, infak siswa, guru dan pengurus yayasan, warga Gunungpring serta masyarakat yang peduli pendidikan. 

Masyarakat yang ingin menitipkan infak pesantren bisa disalurkan melalui rekening Bank BRI Muntilan 002 025101019550530 dan BNU Syariah 011 9260011050177999. Semua donasi yang masuk akan dikelola secara bertanggung jawab dan transparan. 

“Mohon doa restu segenap umat Islam semoga kami diberi kekuatan dan kemudahan dalam mewujudkan amanah ini. Ini tugas mulia. Membangun pesantren termasuk amal ibadah yang pahalanya kekal. Pahala akan tetap mengalir meski kita nanti sudah meninggal,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: