DC Pinjol Ilegal di Jogja Curhat Ditarget Rp300 juta Sebulan Digaji Rp2,1 Juta

BNews—JOGJAKARTA— Sebanyak 89 desk collection alias staf penagih pinjaman online (pinjol) ilegal yang ditangkap di Sleman dibawa ke Polda Jawa Barat. Karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut mengaku ditarget untuk menagih utang Rp10 juta perhari.

rekan RP, salah seorang karyawan pinjol illegal, Suga Pradan mengaku temannya baru berkantor sehari di perusahaan tersebut sebelum ditangkap polisi. RP direkrut via pesan singkat tanpa pernah mengajukan lamaran sebelumnya.

Kepada Suga, RP yang sudah tahun tahun di Jogja itu juga bercerita tentang target kerja di perusahaan tempatnya bekerja. Rekannya ditarget untuk penagihan utang sehari Rp10 juta.

”Kemarin itu (RP) dikasih (kartu) perdana baru. Katanya yang satu dikhususkan buat ngancem-ngancem gitu, yang satu lagi yang fixed, yang sudah bayar, gitu katanya,” ujar Suga.

Kabid Humas Polda DIJ, Kombes Yuliyanto menjelaskan karyawan pinjol ilegal di Sleman digaji dengan upah minimum regional (UMR) DIJ. ”Gajinya UMR Jogja. Ada yang Saya tanya gajinya berapa, ada yang bilang Rp2,1 (juta) ada yang belum gajian,” kata Yuliyanto di Mapolda DIJ, Jumat (15/10).

Yuli menyebut karyawan pinjol ilegal itu tak semuanya berasal dari DIJ. Sebagian berasal dari luar Bumi Mataram, bahkan luar Jawa.

”Karyawannya ada yang baru dua hari (kerja). Ada yang sudah satu bulan,” ujarnya.

’Mereka (tugasnya) menagih, mengingatkan seperti itu. Kalau yang lain Saya belum tahu,” sambung Yuli.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Pol Arief Rahman mengatakan operasi di Sleman diawali dari laporan salah seorang nasabah pinjol berinisial TM kepada Polda Jabar. Ia melapor ke polisi seusai mendapat teror dari perusahaan pinjol.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Yang bersangkutan dirawat di rumah sakit karena merasa depresi dengan tindakan-tindakan penekanan yang tidak manusiawi dari pinjaman online tersebut” kata Arief.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, AKBP Roland Ronaldy, menjelaskan 89 orang yang dibawa dari Sleman ke Bandung masih diperiksa intensif. Roland menambahkan dari 89 orang yang ditangkap tersebut terdiri dari bagian HRD hingga pegawai diduga desk collection.

”Ya, HRD sudah kita amankan ada dua orang yang lainnya itu sementara itu sebagai kelompok mereka lah. Cuma kita belum tahu peran mereka statusnya apa, masih kita dalami,’ ujarnya.

Kepala OJK DIJ, Parjiman, mengakui aplikasi pinjol ilegal berbasis teknologi yang marak dalam beberapa waktu terakhir, tidak mudah untuk diberantas. ”Karena Pinjol ini berbasis teknologi, jadi begitu cepat muncul lagi apabila telah ditutup, karena kemudahan teknologi tadi,” ujarnya.

Untuk menghindari masyarakat terjerat pinjol ilegal, Jimmy sapaan akrabnya, berupaya memberikan edukasi, literasi kepada masyarakat. Agar masyarakat sadar untuk lebih berhati-hati dan tidak meminjam untuk keperluan konsumtif.

”Kami OJK akan lebih meningkatkan koordinasi dengan lembaga/ atau instansi terkait, yang ada dalam SWI (Satgas Waspada Investasi) untuk lebih intens dalam menindaklanjuti pinjol ilegal seperti beberapa waktu terakhir ini,” ucapnya.

Terkait kasus pengerebegan kantor pinjol ilegal di Sleman, dikatakan Jimmy belum ada laporan secara khusus yang menyatakan bahwa yang bersangkutan merupakan korban pinjol ilegal yang baru-baru ini digerebek. ’Namun demikian secara umum ada beberapa konsumen yang melapor menjadi korban pinjol ilegal yang telah kami teruskan ke Satgas Waspada Investasi,” pungkasnya. (ifa/han)

Sumber: Harian Jogja

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: