Sejarah Hari ini, Salah Satunya (2006) Gempa Jogja Tewaskan 5800 Orang

BNews–JOGJA— 27 Mei 2006 lalu menjadi musibah paling diingat oleh bangsa Indonesia. Ribuan orang meninggal dunia dalam tragedi gempa bumi di Jogjakarta dan sekitarnya.


Seperti yang dilansir oleh Wikipedia, Gempa susulan terjadi beberapa kali seperti pada pukul 06:10 WIB, 08:15 WIB dan 11:22 WIB.


Gempa Bumi tersebut mengakibatkan banyak rumah dan gedung perkantoran yang roboh, rusaknya instalasi listrik dan komunikasi.
Bahkan 7 hari sesudah gempa, banyak lokasi di Bantul yang belum teraliri listrik.

Gempa bumi yang berpusat di Bantul pada 27 Mei 2016 lalu itu memiliki kekuatan 5,9 Skala Richter. Terjadi pada pukul 05.55 WIB, mengakibatkan bangunan rusak.

Dari data BPBD Bantul, jumlah korban meninggal di wilayah Bantul ada 4143 korban tewas, dengan jumlah rumah rusak total 71.763, rusak berat 71.372, rusak ringan 66.359 rumah.

Total korban meninggal gempa DIY dan Jawa Tengah bagian selatan, seperti di Klaten, tercatat mencapai 5.782 orang lebih, 26.299 lebih luka berat dan ringan, 390.077 lebih rumah roboh akibat gempa waktu itu.


Pusat gempa berada di Sungai Opak di Dusun Potrobayan, Srihardono, Pundong.
Mulai dari pundong dusun potrobayan sebagai titik episentrum dan jalur gempa sampai ke Klaten.


Gempa Bumi juga mengakibatkan Bandara Adi Sutjipto ditutup sehubungan dengan gangguan komunikasi serta kerusakan bangunan dan keretakan pada landas pacu.


Sehingga untuk sementara, transportasi udara dialihkan ke Bandara Achmad Yani Semarang dan Bandara Adisumarmo Solo.


Sedangkan gedung-gedung yang mengalami kerusaka parah di anataranya:

-Mall Saphir Square mengalami kerusakan parah di lantai 4 dan 5. Tembok depan Mall lantai tersebut roboh hingga berlubang, kanopi teras Mall ambruk dan menimpa teras Mall yang sebagian ikut roboh.

-Mall Ambarukmo Plaza, yang saat itu belum lama dibuka, mengalami kerusakan tak terlalu parah. Beberapa bagian tembok terlihat retak-retak dan terkelupas.

-GOR Among Rogo mengalami kerusakan parah. Atap GOR roboh dan hanya tersisa tembok di sisi-sisinya.

-STIE Kerja Sama di Jl. Parangtritis rusak sangat parah.

ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km.6,5 kerusakan sangat parah. (her/wan)

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: