Deadlock Pemkab Bersikukuh Enggan Penuhi Kenaikan Gaji GTT PTT

BNews–MUNGKID– Proses pembahasan KUA PPAS APBD Perubahan 2017 masih menemui jalan buntu hingga siang ini (19/8). Terutama terkait pemberian kenaikan tunjangab guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT PTT).
Loading...
Hampir sama dengan rapat malam harinya, Pemkab Magelang tetap tidak menyetujui formulasi kenaikan Rp 800 ribu untuk GTT PTT sekolah negeri dan Rp 300 untuk GTT PTT sekolah swasta.
“Masih sama dengan semalam bahwa kami tidak bisa memberikan seperti yang diminta dewan,” kata Plt Sekda Kabupaten Magelang Eko Triyono.
Eko berdalih pihaknya belum menemukan regulasi untuk memberikan tambahan penghasilan bagi GTT PTT. Keputusan ini sudah dikonsultasikan dengan Bupati Magelang.
Pihaknya hanya memberikan tambahan Rp 100 ribu saja. Karena berkaitan dengan kemampuan daerah juga. “Kita kembali ke ajuan Dinas Pendidikan dan Kebudayan,” papar dia.
Rapat kemudian ditutup dan dinyatakan deadlock. DPRD bisa saja memilih opsi tidak menyetujui KUA PPAS sehingga APBD Perubahan 2017 tidak bisa disetujui.
Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Magelang dari Fraksi PDI Perjuangan M Yusuf Sakir mengatakan urusan pendidikan dasar adalah urusan wajib yang harus diberikan kepada Guru GTT PTT. Pihaknya menyatakan akan teus melakukan upaya untuk membawa aspirasi  kenaikan pendapatan itu hingga terealisasi. “Bisa saja kita tidak akan MOU KUA PPAS jika tidak disetujui,” papar dia.
Dia mengatakan secara regulasi sebenarna tidak ada masalah. Sejumlah daerah lain membuat peraturan daerah dan Perbub untuk memberikan tambahan intensif yang layak bagi GTT PTT. “Daerah lain bisa kenapa kita tidak,” papar dia.

Sakir juga menyoroti sikap inkonsistensi Pemkab Magelang yang mana tetap memberikan tambahan Rp 100 ribu kepada GTT PTT meski tidak ada payung hukumnya. “Tadi dkkatakan tidak ada regulasinya tapi menyepakati memberikan tambahan Rp 100 ribu kenapa tidak sekalian angkanya dibesarkan demi kesejahteraan para tenaga pendidik kita,” terangnya. (bn1/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: