Dibalik Patung Garuda Emas Pantekosta di Karnaval Pembangunan Kota Magelang

BNews—MAGELANG—Sekolah Pantekosta Magelang menjadi salah satu kontingen Pawai Karnaval Pembangunan yang paling dinanti kehadirannya, Minggu (8/9). Bagaimana tidak, seekor burung garuda raksasa berbulu emas kemerahan ‘terbang’ mengantarkan Patih Gajah Mada dan empat dayang berkeliling Kota Magelang.

Koordinator kegiatan Sujono Hadi menuturkan, pengambilan sosok burung garuda tidak lepas dari Ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Sedang pamakaian tokoh Gajah Mada memiliki semangat Sumpah Palapa dalam mempersatukan nusantara.

Advertisements
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


”Sumpah paling terkenal adalah Gajah Mada tidak akan melepas puasanya sebelum mampu mempersatukan nusantara,”tutur Sujono.


Dijelaskan Sujono, pemilihan siswa dan siswi yang memerankan kedua tokoh dalam karnaval harus melalui seleksi. Mereka yang terpilih adalah Mikha Darren Setiawan pelajar kelas III SMP berperan sebagai Gajah Mada.

Kemudian keempat dayang Kerajaan Majapahit diantaranya Claudya Cerelia Valentine kelas III SD, Vanessa Aurelia Bernadine kelas VI SD. Lalu Savelia Aurel Putri dan Eklin Grace Sella dari kelas I SMP Pantekosta Magelang.

”Mereka punya ciri khas tersendiri seperti cantik dan memiliki prestasi baik di dalam maupun di luar kelas,” jelas dia.

Sujuno menerangkan, pemilihan warna garuda hias yakni emas kombinasi merah bukan tanpa sebab. Emas adalah lambang kemurnian dan harta paling mahal. Sedang merah memiliki arti keberanian.

”Seperti visi Sekolah Pantekosta berani menghadapi tantangan global di era globalisasi tahun ini,” terangnya.

Pihaknya sedari dini juga mengajarkan anak didik tentang pentingnya berpancasila. Lima butir sila tidak cukup dihafalkan namun juga harus diamalkan. Salah satu kegiatan yang sudah berjalan sesuai amalan sila ke-2 adalah berbagi terhadap sesama.

”Anak-anak mengumpulkan dan mengemas sendiri sembako. Diberikan kepada anak kurang mampu, warga sekitar hingga anjangsana ke rumah guru yang purna tugas,” bangga guru olah raga tersebut.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan literasi, SD dan SMP Pantekosta Magelang juga membagikan alat tulis kepada para penonton sepanjang pawai karnaval. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: