Didesak Naikkan Penghasilan GTT PTT Pemkab Berbelit

               BNews—MUNGKID— DPRD Kabupaten Magelang menggelar rapat marathon lebih dari tujuh jam terkait KUA PPAS APBD Perubahan 2017. Terutama saat membahas kenaikan tunjangan untuk guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT), sore tadi.

                Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Magelang Saryan Adiyanto itu pun berlangsung cukup alot. Terutama saat menganggarkan tambahan pendapatan untuk GTT PTT.

                Alotnya rapat bermula ketika tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) tidak menyiapkan data akurat saat dimintai terkait GTT PTT. Juga terkait regulasi yang menjadi dasar pengalokasian bantuan untuk GTT PTT yang tidak sinkron antara Bappeda dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Loading...

                Hal ini membuat ratusan GTT PTT yang juga ikut hadir saat rapat kecewa. Beberpa kali mereka meneriaki TAPD yang tidak bisa memberikan penjelasan logis.

                Anggota Badan Anggaran dari Fraksi PDI Perjuangan M Sakir mengatakan Pemkab Magelang awalnya memberikan usulan  kenaikan Rp100 ribu untuk GTT PTT di APBD Perubahan 2017. Namun, oleh badan anggaran jumlah tersebut ditambah menjadi Rp 800 untuk GTT PTT di sekolah/lembaga negeri dan Rp 300 untuk GTT PTT di sekolah swasta.

                Sakir mengatakan GTT PTT merupakan ujung tombak pendidikan di Kabupaten Magelang. Apalagi, peran mereka tidak tergantikan seiring dengan berkurangnya jumlah PNS. ”Jika memang mereka dibutuhkan, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk memberikan penghasilan yang pantas. Dan menurut kami secara regulasi diperbolehkan dan kemampuan daerah juga bisa memenuhi,” papar dia.
     
               Menurutnya, dengan meningkatkan penghasilan GTT PTT bukan hanya para pegawai yang dibantu. Namun juga, membantu pelaksanaan program pendidikan Pemkab Magelang. ”Daerah lain sudah bisa memberikan tambahan penghasilan yang besar dan setara UMK kenapa kita tidak bisa padahal ada sisa gaji pegawai Rp 100 miliar dan total Silpa Rp 400 miliar lebih,” katanya.

                Dia mengatakann dengan jumlah GTT PTT di Sekolah/Lembaga Negeri mencapai 2230 orang. Sementara yang swasta mencapai 1856 orang.

                Jika secara berjenjang GTT PTT Negeri diberikan tambahan Rp 800 ribu plus BOS maka mereka akan menerima Rp 1,4 juta perbulan untuk golongan honorer K2, kemudian Rp 1,1 juta untuk GTT PTT satu atap dan Rp 1 juta untuk GTT PTT biasa. Sedangkan untuk GTT PTT sekolah swasta akanmendapatkan tambahan Rp 300 ribu menjadi Rp 500 ribu perbulan.

                ”Dengan jumlah itu maka dibutuhkan anggaran Rp 7,22 miliar di APBD P 2017 untuk membayar mereka selama tiga bulan,” paparnya.
                Prihadi, anggota Badan ANggaran lainnya mengatakan GTT PTT saat ini menerima penghasilan yang sangat sedikit. Ada yang masih menerima Rp 150 ribu perbulan. Apalagi, jika sekolah yang dinaunginya hanya memiliki siswa sedikit. “Padahal beban kerja mereka sangat banyak bahkan sama dengan guru atau pegawai PNS,” kata dia.

                Plt Sekda Eko Triyono mengatakan jumlah peningkatan bantuan tersebut belum bisa diberikan. Pihaknya mengaku masih butuh waktu untuk melakukan kajian dan melaporkannya ke Bupati Magelang.

                ”Kita awalnyamemberikan tambahan Rp 100 ribu itu karena melihat kemampuan daerah kita,” kata dia. 
                 Hingga berita ini ditulis pembahasan masih ditunda hingga pukul 21.00 malam. DPRD masih menunggu jawaban dari eksekutif. bsn/bn1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: