Diduga Berusia 5.484 Tahun, Pohon ini Jadi yang Tertua Di Dunia
- calendar_month Sel, 14 Jun 2022

Diduga jadi pohon tertua di Dunia
BNews–NASIONAL– Kabar mengejutkan menggemparkan dunia pepohonan. Dimana sebuah pohon cemara yang berada di Chile dipercaya sebagai pohon tertua di dunia.
Para peneliti menduga, bahwa umur pohon tersebut mencapai 5.484 tahun.
Pohon kuno yang disebut “kakek buyut” tersebut ditemukan oleh Dr Jonathan Barichvich, seorang peneliti Chile di Laboratorium Ilmu Iklim dan Lingkungan di Paris.
Sebelumnya, rekor pohon tertua di dunia dipegang oleh pohon pinus bristlecone berusia 4.853 tahun di California yang dikenal dengan nama Methuselah.
Seperti dilansir CNBC, jika usia pohon yang diperkirakan Barichvich itu benar, maka pohon itu adalah pohon tertua di dunia saat ini.
Pohon tertua di dunia itu merupakan jenis cemara Patagonian, yang juga dikenal sebagai Alerce Milenario.
Pohon kuno ini memiliki batang dengan ketabalan 4 meter dan terletak di lembah yang sejuk dan lembab di taman nasional Alerce Costero.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Sayangnya, kehadirannya cukup terancam nih, geng. Bagian batang pohonnya memang besar dan kuat, celahnya yang berbonggol-bonggol juga melindungi lumut, lumut kerak, dan tanaman lainnya.
Namun, bagian akar pohon bisa dengan mudah terinjak-injak oleh pengunjung. Selain itu, ada pula faktor perubahan iklim yang mengancam kelestarian daerah tersebut.
Ancaman juga datang dari perkebunan pinus dan eucalyptus yang merupakan pohon non-asli Chile.
Apalagi, antara tahun 1973 hingga 2011, ada lebih dari 780.000 hektar hutan hilang di Chile.
Komisi kehutanan setempat bahkan memperkirakan bahwa selama 2 dekade terakhir, sekitar 60.000 – 70.000 hektar hutan asli telah hancur setiap tahunnya.
Tumbuhan asli Chile

Alerce Milenario adalah tumbuhan asli Chile dan Argentina yang termasuk dalam keluarga yang sama dengan sequioa raksasa dan kayu merah.
Pohon ini tumbuh sangat lambat, tapi bisa mencapai ketinggian hingga 45 meter (150 kaki).
Barichvich sudah mengenal pohon ini sejak kecil dan kerap mengunjunginya. Pada 2020, ia mengambil sampel bor dari Alerce Milenario.
Saat itu, alat yang ia gunakan tidak bisa mencapai inti pohon tersebut. Akhirnya, ia menggunakan model komputer untuk mempertimbangkan faktor lingkungan dan variasi acak untuk menentukan usia pohon tersebut.
Seperti dilansir Kompas.com, kemungkinan kesalahan penghitungan usia pohon dengan metode tersebut hanya sebesar 20% saja.
Jadi, ada 80% perkiraan Barichvich benar. Namun, masih ada 20% kemungkinan bahwa pohon tersebut berusia lebih muda.
Barichvich juga belum melakukan perhitungan penuh dari lingkaran pertumbuhannya, sehingga hasil penelitiannya ini belum dipublikasikan secara resmi.
“Jika membandingkannya dengan pohon-pohon yang sudah berumur, yang diketahui dengan menghitung semua cincinnya, itu bisa menjadikannya sebagai salah stau pohon tertua yang hidup di planet ini,” tegas Barichvich. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2




Saat ini belum ada komentar