Didukung 22 Pengprov, Jendral Komaruddin Siap Pimpin Pertina

BNews—NASIONAL—Beberapa nama muncul dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tinju Indonesia (PB Pertina) 2020 – 2024. Salah satunya adalah Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak.

Sedikitnya 22 pengurus provinsi  (Pengprov) Pertina mendeklarasikan dukungannya kepada Jenderal Komar. Namun tidak langsung lupa diri karena dukungan mayoritas itu hanya sebagai penguat hati untuk maju sebagai calon Ketum Pertina.

”Selain dari itu saya lebih mendahulukan kepentingan negara diatas kepenting golongan maupun kepentingan pribadi,” katanya.

 Oleh karenanya, Jenderal Komar selalu menghimbau kepada teman-teman pendukung  agar tidak berhenti menanam kebaikan dan menjalin komunikasi kepada semua pihak. Termasuk teman ketua Pertina yang saat ini belum bersatu hati mendukungnya.

”Saat ini mungkin masih ada 5 provinsi yang belum menyatakan dukungan kepada saya (BERSATU HATI), namun saya sangat menyadari bahwa perbedaan dukungan adalah ciri dari sebuah negara demokrasi,” katanya

“Dimana setiap orang boleh berbeda pendapat dan pilihan, karena hal ini sah saja, semuanya mendapat perlindungan yang sama dari negara,” lanjutnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)
Loading...

Beberapa minggu belakangan ini, ia mengaku kegembiraannya bertambah karena mengikuti perkembangan Grup Bersatu Hati. Sebab kondisi kejiwaam provinsi pendukung dan teman pengurus pusat serta daerah semakin militan.

”Semakin solid, terbuka dalam menyampaikan saran, sabar mengikuti perkembangan, tulus dan rendah hati kepada penggemar tinju  serta teman-teman yang belum gabung kepada Bersatu Hati,” jelasnya.

Ketika ditanya kesiapan memimpin PB Pertina, Komaruddin Simanjuntak menjawab, ”Selaku Mantan prajurit pemburu rajawali I / 1995 bentukan Bapak Menteri Pertahanan letjen TNI Purn Prabowo Subiyanto, sudah meyiapkan sejumlah konsep besar untuk perubahan di tubuh Pertina kedepan,” jelasnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Perubahan tersebut antara lain bendera merah putih akan berkibar di negara lain dan lagu Indonesia Raya akan dinyanyikan. Sebab manajemen memenangkan cabang olah raga tinju yang baik dan penuh keterbukaan.

Meski demikian, dirinya sempat tidak mau dicalonkan menjadi Ketua Umum PB Pertina dengan alasan tidak mau menyakiti hati teman-teman yang ingin menjadi Ketum Pertina. Namun karena desakan hampir mayoritas pengurus pusat dan daerah serta tidak ingin mengecewakan para penggemar tinju nasional dan para pengurus tinju maka ia memutuskan untuk menerima menjadi  calon Ketum Pertina.

Diketahui bahwa pernyataan kesiapan masih diikuti dengan sejumlah persyaratan, antara lain grup Bersatu Hati harus mampu  berpikir bersama, berpikir maju, tidak saling menyakiti, perbanyak teman dan menjadikan semua saudara.

Kemudian harus memahami bahwa satu musuh terlalu banyak ,sejuta teman masih sangat kurang untuk memajukan tinju amatir Indonesia. Oleh karenanya Grup Bersatu Hati harus berlomba lomba merebut simpati tanpa memandang latar belakang  ekonomi, jabatan, pangkat, kedudukan.

”Semua harus duduk sama rendah berdiri sama tinggi, biarlah keberhasilan milik pengurus pusat, daerah namun apabila ada kegagalan menjadi tanggung jawab saya sebagai Top leader nantinya,” jelas Komar.

Dari perbincangan melalui telepon, diketahui bahwa Jenderal bintang dua purnawirawan ini meskipun berdarah batak namun sangat lekat dengan budaya dan filsafat jawa. Ternyata banyak filsafat jawa yang terkesan pada dirinya dan ia jadikan sebagai pedoman dalam kehidupannya sehari-hari seperti menang tanpo ngasorke ( kemenangan yang didapat tanpa merendahkan orang lain).

Kemudian sekti tanpa aji (sakti tanpa menggunakan ajian), ngluruk tanpo bolo (menyerang tanpa pasukan) dan Lamun siro pinter nanging ojo minteri (Meskipun kamu pintar, jangan sok pintar).

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Dari penelusuran rekam jejaknya, Jenderal Komar hampir 20 tahun pengapdiannya bertugas diwilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga jangan kaget melihat jenderal ini, kumisnya sangat tebal dan beribawa tetapi tukang ketawa dan merakyat serta merupakan penggemar tinju (Manusia Tinju sejati).

Karena sejak di Srondol Semarang, ia kerap berdiskusi tinju dengan Alm Sutan Rambing Sasana. Orang tua yang selalu melekat dengan Bank Buana kala itu. Dirinya memiliki gagasan yang sangat luar biasa diluar nalar manusia, hampir seluruh stafnya  tidak setuju ketika ada rencana menggelar pertandingan tinju pro di atas kapal tongkang di Siring Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 9 Oktober 2011.

Download Musik Keren (Klik Disini)

Namun  Kolonel Infanteri Komaruddin, saat itu sebagai Komandan Korem 101/ Antasari yang kebetulan Ketua Pertina Kalsel mengatakan  tidak ada yang tidak mungkin. Terpenting ada kemauan keras jadi Tinju di atas kapal tongkang tetap dilaksanakan dan direncanakan dengan baik sehingga rakyat memiliki hiburan.

Jadi keinginan Kolonel Komaruddin  saat itu untuk menggelar tinju pro diatas Sungai Martapura terlaksana dan terbuka untuk umum  serta ring tinjunya di atas sungai. Sedangkan penonton sebagian diatas tongkang  sebagian lain menyaksikan dipinggiran sungai yang kebetulan sungainya juga mengalir dari hulu ke hilir.

Pertandingan tinju diatas sungai merupakan kejuaraan tinju Indonesia kelas terbang di atas kapal tongkang yang pertama dan satu-satunya di dunia. Belum pernah ada pertandingan tinju semacam ini. Bagi Komaruddin Simanjuntak, tinju pro dan tinju amatir sama menyenangkan serta menghibur.

Download Musik Keren (Klik Disini)

Komaruddin Simanjuntak, kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 10 Januari 1960. Sejak kecil sudah menyukai olahraga tinju ia mengatakan saya bukan bukan petinju tapi pengemar tinju,jadi selama berdinas anak buah sangat mengerti hobby saya sehingga sering kami berhenti ditengah perjalanan pada saat kunjungan kerja  ujarnya hanya untuk menyaksikan pertandingan tinju. Itulah  sekilas gambaran kandidat ketum pertina kita ini ( Bukan atlit tinju tetapi hobby tinju )

Pematang Siantar, memang dikenal banyak melahirkan atlet tinju ternama. Dulu ada petinju kelas menengah bernama Jonathan Silitonga dan yang paling melegenda sudah tentu Syamsul Anwar Harahap, yang berhasil merebut medali emas kelas welter ringan Piala Presiden pertama pada 1976 sekaligus petinju terbaik. Satu tahun kemudian Syamsul merebut medali emas kelas welter ringan melalui Kejuaraan Asia VII/1977.

Komaruddin Simanjuntak merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1985, kemudian bertugas di Batalyon 401 Banteng Raiders selama 10 tahun. Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon 411 / Pandawa Yudha Kostrad Salatiga selama  2 tahun 6 bulan, selanjutnya pindah ke Bali sebagai DANDIM dan KASREM selama 6 tahun. Disitulah bertemu kembali dengan komunitas tinju  Zainal Tayeb dari sasana mirah.

Jendral Komaruddin pernah menjadi Asisten Operasi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden pada tahun 2006 hingga 2019. Ia juga sempat menjadi Aster Kasad pada tahun 2016-2017 dan jabatan terakhirnya di TNI adalah Pangdam Udayana periode 2017-2018 dan saat ini masih menjabat  sebagai salah satu komisaris di Perum Perhutani. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: