Dikira Bangkai Kucing, Warga Magelang Temukan Orok Bayi Baru Dilahirkan

BNews—TEMPURAN— Warga Dusun Jambu, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang digegerkan dengan penemuan orok bayi, Sabtu (8/4) sekitar pukul 14.08WIB. Orok yang kondisi tidak bernyawa yang ditemukan terbungkus plastik di dekat emperan rumah penduduk ini sempat dikira bangkai kucing.

Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Muhammad Alfan Armin Melalui Kasubbag Humas Iptu Mutohir membenarkan penemuan orok di wilayah hukumnya. Ia menjelaskan, orok tersebut ditemukan di utara emperan rumah Mat Totok, Dusun Jambu RT6 RW1 Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran.

”Benar (penemuan orok bayi), tadi siang (8/5) sekitar pukul 14.08WIB,” katanya.

Mutohir menjelaskan, kronologi bermula ketika saksi 1 bernama Supriyati, 46, warga Dusun Jambu RT6 RW01, Desa Tempurejo melintas di depan tempat usaha saksi 2, Suyatmi, 58, warga RT5 RW1. Dimana, Supriyati bercerita kepada Suyatmi jika di belakang rumah saksi 2 melihat ada kucing mati yang dibuang sembarangan.

”Supriyati melaporkan ke Suyatmi yang merupakan tukang sol sepatu jika di belakang tempat usahanya melihat seperti ada bangkai kucing mati. Sehingga meminta Suyatmi untuk dikubur dengan layak,” katanya.

Mendengar hal tersebut, Suyatmi lantas mengecek. Betapa kaget ketika ternyata isi dari bungkusan itu bukan bangkai kucing, melainkan jasad orok bayi.

Jeritan dari kepanikan Suyatmi didengar saksi 3 yang merupakan seorang penjual semangka keliling, Dika, 25. Warga warga Dusun Ngepos Karangkulon RT1 RW4 Kalirejo, Kecamatan Salaman ini pun menghampiri Suyatmi.

”Melihat Suyatmi, panik maka Dika menanyai Suyatmi. Mengetahui ada penemuan mayat orok bayi, Dika langsung menuju Polsek Tempuran untuk melaporkannya,” terang Mutohir.

Polisi pun langsung menuju TKP. Informasi sementara, jasad orok bayi langsung dibuang setelah dilahirkan.

”Diduga kuat orok bayi dibuang oleh pelaku setelah melahirkan karena kondisi masih segar,” tegasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: