Diprotes Petani, Gubernur Ganjar Justru Merasa Bangga

BNews—KUDUS— Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diprotes oleh salah satu petani di Pegunungan Patiayam Kabupaten Kudus. Bukannya marah, Ganjar justru bangga dirinya melihat ketika warganya ngambek.

Peristiwa itu terjadi saat Ganjar bersama Kepala BNPB, Doni Monardo melakukan tanam pohon di pegunungan Patiayam, Kabupaten Kudus, Rabu (15/1). Dalam kesempatan tersebut, para petani, pelajar, komunitas hingga organisasi masyarakat dilibatkan dalam upaya pengembalian fungsi lahan hijau di pegunungan.

Disela acara penanaman, Ganjar menyempatkan diri berdialog dengan petani yang menggarap kawasan pegunungan Patiayam. Diketahui, kawasan itu merupakan lahan milik Perhutani yang dikelola masyarakat.

Namun, salah seorang petani, Huda, 65, tiba-tiba menyerobot ke tengah kerumunan. Sambil mengacungkan tangan dan berteriak memanggil nama Ganjar.

”Pak saya mau protes. Tadi pagi saya melubangi 45 lubang. Tapi kok cuma 25 (lubang) yang diisi,” protes Huda.

Perhatian Ganjar langsung tertuju pada pria paruh baya itu. Saat itu, dirinya masih belum paham maksud pertanyaan yang dilontarkan Huda.

”Lubang apa? kene-kene ngomong sing cetha (lubang apa, sini bilang yang jelas),” pinta Ganjar.

Loading...

Huda lantas mencoba menjelaskan bila pagi hari, dirinya sudah membuat 45 lubang untuk ditanami pohon. Tetapi, saat Ganjar datang dan melakukan penanaman bersama masyarakat, ia masih menemukan beberapa lubang yang belum terisi bibit pohon.

”Saya sempat hitung pak, masih kurang 15 lubang. Ini gimana pak, saya sudah capek nglubangi tanahnya lho,” kesal Huda.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sembari tertawa, pria yang identik dengan rambut putihnya itu langsung menepuk pundak Huda. Ganjar mengaku bangga dengan semangat Huda untuk menanam di kawasan pegunungan Patiayam yang memang sudah gundul.

”Sampeyan hebat. Semangat menanamnya tinggi sekali. Toss dulu,” ucap Ganjar diikuti juluran tangan untuk toss dengan Huda.

Segera Ganjar meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kudus mengirim bibit pohon ke ladang Huda. Ganjar meminta hari itu juga untuk dikirim. Tidak boleh ditunda.

”Hari ini harus dikirim. Agar ditanam sama Pak Huda. Kasihan sudah capek membuat lubang, ya, Pak. Telepon sekarang pegawainya untuk kirim. Biar saya dengar langsung. Saya ndak mau nanti ketika pulang, pohon belum dikirim,” tegas Ganjar.

Dalam kesempatan itu, Ganjar mengajak seluruh masyarakat untuk giat menanam. Minimal hingga tiga bulan ke depan. Kegiatan penanaman hutan yang rusak dapat disegerakan.

”Ini waktunya menanam. Kerahkan semua masyarakat untuk menanam. Khususnya di lahan-lahan gundul,” ajaknya.

Imbuh Ganjar, pengembalian ekosistem di kawasan hulu menjadi cara ampuh menanggulangi bencana, khususnya banjir. Sebab menurut dia, banjir yang terjadi selama ini dikarenakan sungai-sungai dipenuhi sedimentasi.

”Karena gundul, maka tanah dari perbukitan lari ke sungai sehingga menimbulkan sedimentasi. Hasilnya, sungai penuh sedimentasi dan air pasti meluap. Bagaimana cara mencegahnya, ya, dengan reboisasi,” imbuh dia. (lhr/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: