Dirawat di RSUD Tidar, Begini Kondisi Terkini Bayi Positif Covid-19 Asal Magelang

BNews—MAGELANG— Kondisi bayi sembilan bulan yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona, Rabu (27/5), dikabarkan dalam keadaan membaik. Pernyataan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr Majid Rohmawanto.

”Alhamdulillah, kondisi saat ini membaik. Kami melakukan pengawasan lebih intensif terhadap bayi ini,” kata Majid, Jumat (29/5).

Majid menceritakan, bayi tersebut masuk ke rumah sakit dengan keluhan panas. Tepatnya pada hari Senin, 25 Mei 2020. Usai dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pasien menjalani Test Swab Corona.

”Hasil Swab menunjukkan pasien positif covid-19,” ungkapnya.

Pascaberstatus positif, sang bayi kemudian ditempatkan di ruang isolasi bersama ibundanya. Mereka dipisahkan dengan pasien  covid yang sama-sama diisolasi.

”Sebab perlakuan perawatan berbeda dengan pasien dewasa,” jelasnya.

Ia menerangkan, bayi tersebut diduga terinfeksi corona dari sang ayah. Diketahui, ayahnya merupakan pemudik dari Riau yang pulang kampung ke Magelang.

Loading...

”Meski demikian, kami masih mendalami kemungkinan lain dengan melakukan kontak tracing terhadap bayi dan keluarga serta tetangganya. Semua sedang kami periksa kesehatannya,” terangnya.

Guna mengantisipasi terjadinya transmisi lokal penyebaran covid, pihaknya melakukan epidemiologi terhadap lingkungan tempat tinggal bayi. ”Juga untuk memastikan riwayat kontak bayi dengan orang luar atau sebaliknya,” pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, kasus positif covid-19 di Kota Magelang bertambah dua pasien setelah hampir dua pekan tidak ada tambahan pasien positif. Kedua tambahan tersebut berasal dari Kelurahan Cacaban dan Kelurahan Kramat Utara.

Dua kasus tersebut yakni seorang pria berusia 64 tahun dari Kelurahan Kramat Utara Kecamatan Magelang Utara. Dan seorang bayi berumur sembilan bulan dari Kelurahan Cacaban Kecamatan Magelang Tengah. Keduanya saat ini dirawat intensif di RSUD Tidar Magelang. (mta/han)

1 Comment
  1. Najma Tamim says

    Putus Rantai Penyebaran Korvus Di Magelang

    Astaghfirullah ngeri sekali perkembangan virus corona ini. Magelang yang adem ayem jadi panas. Ambyar virus ini di Kota dan Kabupaten. Bayi yang tak berdosa pun terinveksi virus ini.

    Ramadhan telah berlalu. Tapi tidak dengan virus corona ini. Masih betah main di Indonesia. Magelang jadi zona merah. Berawal dari warga Secang yang pulang dari khuruj. Tempat untuk khuruj di Gowa. Satu terinveksi, kemudian meluas langsung 19. Dan sekarangmenjadi peringkat satu Se-Jateng.

    Sebaran virus ini dari luar. Dari orang yang mudk. Dan mereka dari zona merah. Astaghfirullah. Bukannya menurun tapi malah menggunung, Mbokyoo sayangi keluargamu. Stop mudik, sosial distancing lebih utama. Pikir dulu sebelum mudik. Karena mudikmu celaka keluargamu.

    Seperti bayi yang terpapar virus corona. Dari Bapaknya yang mudik dari Riau. Duh Pak’e sayangi anakmu. Kalau sudah seperti ini siapa yang akan disalahkan?

    Yuuk katakan putus pada rantai penyebaran corvus di Magelang. Ubah red zone menjadi green zone. Semua akan berhasil jika warga Magelang guyub dan kompak. Jaga kesehatan, jaga kebersihan, jaga jarak, ibadah yang kenceng, muhasabah, dan perbanyak doa. (Najma Tamim)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: