DPRD Kabupaten Magelang Minta Pemkab Maksimalkan Pendapatan

BNews–MAGELANG– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Magelang meminta agar adanya pandemi Covid 19 jangan sampai menjadikan Pemerintah Kabupaten Magelang pesimistis dalam merencanakan target Pendapatan Asli Daerah.

“Karena selama ini masih banyak potensi-potensi pendapatan yang belum dioptimalkan pencapaiannya. Baik itu pajak daerah maupun retribusi daerah,” kata Juru Bicara Komisi 1 DPRD Kabupaten Magelang, Arifah Apriliani. Saat menyampaikan pandangan Komisi I dalam Sidang Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan Rancangan Awal Perubahan RPJMD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024, Kamis (22/4/2021).

Ia mencontohkan salah satunya belum optimalnya penarikan pajak hotel dan restoran, pajak bahan galian golongan C, pajak parkir. Beberapa upaya telah dilakukan daerah lain yang bisa dijadikan contoh seperti misalnya pemasangan Tapping Box di semua hotel dan restoran. Serta pemasangan alat pembayaran elektronik yang dipasang di pasar-pasar guna pembayaran retribusi pasar menggunakan e-money.

Hal ini dinilai akan mengurangi tingkat kebocoran sektor pendapatan. Untuk pemasangan alat tentunya membutuhkan biaya yang besar, namun bisa dikerjasamakan dengan pihak perbankan sehingga tidak terlalu membebani APBD kita. Selain itu perlu ada pemantauan terus menerus dan penindakan tegas kepada truk-truk pasir. Agar masuk di Pos Pemungutan pajak dan jangan ada pembiaran yang akan berdampak banyaknya truk pengangkut pasir yang tidak membayar pajak galian golongan C.

“Pemerintah daerah hendaknya mampu menggali pontensi pendapatan selain Pajak dan Retribusi daerah. Seperti halnya mengoptimalkan pemanfaatan asset – asset milik daerah baik yang berupa tanah maupun bangunan. Sehingga bisa ikut dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah misalnya melakukan renegosiasi atas sewa tanah, meningkatkan fasilitas bangunan,” jelasnya.

Komisi II menyoroti adanya perubahan RPJMD Kab Magelang Tahun 2019-2024. Diharapkan perencanaan pembangunan ke depan bisa mendorong pada upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat.

“Pengembangan sektor unggulan Kabupaten Magelang, yaitu sektor pertanian, pariwisata & UMKM kiranya harus mendapat perhatian yg lebih serius. Mengingat sektor tersebut yang selama ini memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Magelang. Justru menjadi sektor yang paling terdampak,” kata Juru Bicara Komisi II, Supardi.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Juru Bicara Komisi III, Nurcholis, mengatakan Kabupaten Magelang masuk dalam kawasan Purwomanggung (Purworejo, Wonosobo, Magelang, Kota Magelang, Temanggung) dengan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. “Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, perlu strategi penguatan konektivitas yang mampu menghubungkan infrastruktur dengan sentra produksi ekonomi,” katanya.

Adapun Juru Bicara Komisi IV, Edi Gunawan Yakti mengatakan walaupun APBD tidak sebesar dalam situasi normal, Komisi IV mendorong fokus pertumbuhan ekonomi dan pendapatan tetap dikejar dan optimis tercapai. “Serta program-program yang dilaksanakan diharapkan untuk pemerataan pendapatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan besar yang menuntut kebiasaan baru di berbagai sektor. Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan Pandemi Covid-19, serta efek yang ditimbulkan di berbagai sektor kehidupan. Menjadi bagian tidak terpisahkan dalam penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah.

“Sehingga menjadi hal penting untuk dilakukan Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024,” katanya.

Ia berharap perubahan yang dilakukan ini akan mampu mempertajam dan menguatkan upaya dalam pencapaian Visi Pembangunan Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024. Yaitu Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Magelang yang Sejahtera, Berdaya Saing dan Amanah (SEDAYA AMANAH).

Rapat paripurna kali ini menjadi pertama kalinya digelar secara tatap muka oleh semua peserta yang terdiri Ketua DPRD Kabupaten Magelang Saryan Adiyanto beserta jajaran pimpinan dan anggotanya, Bupati Magelang serta para pimpinan SKPD, di Gedung DPRD setempat. (ADV)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: