Duarrr.. Kamidin Gosong Terbakar Tersambar Petir

BNews—JATENG— Seorang warga Dusun Sumbereja RT3 RW3 RW3, Desa Bringkeng, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Kamidin, tewas dengan luka bakar cukup serius. Ia meninggal usai tersambar petir saat hendak menutupi telur ayam di kendang belakang rumah saat hujan deras.

Jasad Kamidin pertama kali ditemukan sang istri, Tarwiyah, 42. Ia keluar rumah beberapa waktu usai suaminya beberapa langkah meninggalkan rumahnya.

”Saya keluar rumah karena mendengar suara petir menggelegar. Suami, Saya cari ternyata sudah terkapar di bawah pohon kelapa,” kata Tarwiyah, Kamis (4/3).

Ia menceritakan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa sore (2/3). Dimana saat itu korban Kamidin baru bangun tidur. Saat itu, mendadak mendadak turun hujan disertai petir.

”Sehingga Saya suruh menutupi telur di kandang belakang agar tidak gagal menetas,” terangnya.

Sesaat kemudian Tarwiyah melihat korban jatuh terkapar di bawah pohon kelapa sehingga wanita itu bergegas mendekati jasad suaminya yang sudah kaku itu. Spontan, saksi berteriak meminta tolong tetangga dan kerabatnya.

Mertua korban, Dulyati Tajum, 67; kakak korban, Suratno; dan ayah korban Madsolikhin Satim, 75, berusaha mengangkat tubuh korban dan dibawa ke puskesmas terdekat. Namun, ketika mereka sampai di puskesmas, petugas kesehatan menyatakan jika korban sudah meninggal.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Terpisah, Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi melalui Kapolsek Kawunganten Iptu Adhi Sulasyani menjelaskan, pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan meminta keserangan saksi serta hasil visum Puskesmas Kawungangten.

”Pada tubuh korban ditemukan luka bakar dan lebam di bagian perut kiri sampai pangkal pantat selebar sembilan sentimeter berwarna hitam,” jelasnya.

Dugaan sementara, penyebab kematian korban akibat tersambar petir. Hal itu dikuatkan dengan bekas terbakar yang ditemukan di pohon kelapa didekat tubuh korban ketika terjatuh.

”Jenazah korban telah diserahkan keluarganya untuk dimakamkan,” paparnya.

Pengamat Cuaca Stasiun Meteorologi, Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan menambahkan, sejak Selasa (2/3), BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Wilayah Jawa Tengah, jika di bagian Selatan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang pada singa hari.

”Kami minta masyarakat untuk waspada,” imbuh Tunggul. (han)

1 Comment
  1. Kamu says

    Fotonya kagak etis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: