DPRD Kabupaten Magelang Dorong Minimal Satu Sekolah Adiwiyata di Setiap Kecamatan
- calendar_month 29 menit yang lalu

Secara simbolis, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PSPKLH) pada DLH Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari menyerahan komposter kepada peserta. Foto ali subchi
BNews-MAGELANG – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, Budi Purnomo; berharap Program Sekolah Adiwiyata yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang dapat menjangkau seluruh kecamatan di wilayah tersebut.
Ia menargetkan minimal terdapat satu sekolah Adiwiyata di setiap kecamatan yang dapat menjadi percontohan bagi sekolah lainnya.
Hal itu disampaikan Budi Purnomo saat menghadiri Sosialisasi Program Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata (Aksi Jenaka) yang digelar DLH Kabupaten Magelang di Pendopo Pasar Tani Morosuko, Desa Tegalarum, Kecamatan Borobudur, Jumat (12/6/2026).
“Kami berharap, setiap kecamatan di Kabupaten Magelang, mempunyai Sekolah Adiwiyata untuk percontohan,” kata Budi Purnomo.
Menurut politisi Partai Golkar tersebut, upaya menjaga kebersihan lingkungan melalui keterlibatan; peserta didik merupakan langkah yang sangat positif dan perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga masyarakat dan dunia pendidikan.
“Gerakan Sekolah Adiwiyata ini sangat bagus, dan DPRD mendukung secara penuh,” kata Budi.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Ia menilai pendidikan lingkungan hidup perlu ditanamkan sejak dini kepada para siswa agar terbentuk karakter yang peduli terhadap kebersihan lingkungan, penghijauan, konservasi air, serta berbagai upaya pelestarian lingkungan lainnya. Melalui program Adiwiyata, siswa juga dibiasakan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
“Komisi III DPRD mengapresiasi terhadap program Sekolah Adiwiyata melalui Aksi Jenaka DLH. Kami berharap program ini bisa menjangkau sekolah, minimal setiap kecamatan di Kabupaten Magelang ada Sekolah Adiwiyata, sebagai sumbu penyemangat sekolah lain,” jelas Budi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PSPKLH) DLH Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari; mengatakan pihaknya terus mengembangkan Program Aksi Jenaka pada tahun 2026 sebagai bagian dari percepatan pelaksanaan Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Magelang.
Menurutnya, program tersebut bertujuan membangun perilaku peduli lingkungan hidup, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut, DLH melibatkan 11 sekolah yang menjadi bagian dari program Aksi Jenaka tahun ini.
Uswatun menjelaskan bahwa keberhasilan Program Sekolah Adiwiyata membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui penguatan jejaring kerja dan kemitraan yang berkelanjutan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Di kesempatan yang sama, Staf Pengendali Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Magelang, Sambodo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah indikator dalam Program Sekolah Adiwiyata. Program tersebut tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya ramah lingkungan dan penguatan jaringan kerja Adiwiyata.
Ia menjelaskan, indikator tersebut meliputi kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, proses pembelajaran, kegiatan partisipatif, hingga penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung pengelolaan lingkungan hidup.
Selain itu, sekolah juga didorong untuk menerapkan berbagai kegiatan seperti pengelolaan sampah, peningkatan sanitasi, penghematan penggunaan air, pembuatan lubang biopori, sumur resapan, dan berbagai program lingkungan lainnya.
Adapun 11 sekolah yang mengikuti Program Aksi Jenaka dan menjadi bagian dari pengembangan Sekolah Adiwiyata Tahun 2026 meliputi SMKN 1 Salam, SLB Ma’arif Muntilan, SMP Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan, SMP Pangudi Luhur Srumbung, MTsN 1 Borobudur, SDN Girikulon Secang, SDN Karanganyar Borobudur, SD Kanisius Sukorejo 2 Mertoyudan, SD Muhammadiyah 1 Muntilan, MIN 5 Magelang, serta SMPN 2 Borobudur.
Melalui program tersebut, DLH Kabupaten Magelang berharap semakin banyak sekolah yang menerapkan budaya peduli lingkungan sehingga mampu menciptakan generasi yang sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup sejak usia dini. (AL)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar