Duh…Kambing dan Sapi di Gunungkidul Mati Mendadak

BNews–JOGJA– Warga Gunung Kidul Yogyakarta digegerkan kembali dengan semakin banyaknya ternak mati mendadak. Kali ini kasus ternak mati mendadak terjadi di daerah Kecamatan Pojong pada kamis siang kemarin (16/1/2020).

Seekor kambing besar milik Paryono, 43 warga Tegalrejo, Desa Sidorejo ditemukan tergolek mati tanpa sebab didalam kandang. Sontak hal tersebut membuat gempar warga sekitar.

Warga takut dan resak karena lokasi ditemukannya sapi mati tersebut tidak jauh dari lokasi sapi yang pernah mengalami mati mendadak juga. Dimana sebelumnya juga pernah terjadi kasus serupa di Dusun Gunungkrambil, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong.

Ketua RT setempat, Agus Indriedi mengungkapkan adanya kasus kematian tersebut membuat warganya cukup khawatir. Padahal, sejak pagi hari sapi tersebut masih tampak sehat dengan beberapa kambing lainnya yang tengah makan.

“Di Dusun Krambil kan ada sapi mati, dan jarak antara lokasi ini dan lokasi sapi disana hanya 1 kiloan meter, takutnya ini terjangkit antraks,” katanya.

Pemilik Sapi tersebut sekitar pukul 11.30 WIB mendapati kandang sapi tersebut. Saat menengoknya, sapi itu sudah tergolek kaku di dalam kandang. Sedangkan ternak sapi lainnya yang diketahui hidup dalam satu kandang masih dalam kondisi sehat dan tak ada tanda-tanda sakit.

“Setelah dapat info itu, kami langsung menghubungi petugas Puskewan untuk datang mengecek dan mengambil sampel,” ujarnya.

Sementara Bhabinkamtibmas Desa Sidorejo, Polsek Ponjong, Bripka Sugeng Widodo bahwa pihak medis sudah menanganinya. “Tim dari Puskewan melakukan pemeriksaan sekitar pukul 12.30 WIB,” imbuhnya.

Setelah selesai dilakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel oleh dinas terkait, warga lantas menguburkan sapi mati mendadak tersebut. Saat penguburannyapun didampingi langsung oleh petugas Puskewan.

“Dari petugas Puskewan sudah datang dan mengambil sampel, hasilnya masih menunggu,” ujarnya.

“Saya berpesan kepada warga yang tinggal dilingkungan sapi mati mendadak tersebut, jangan langsung bersentuhan dengan ternak yang sakit ataupun ditemukan mati mendadak,” pungkansya. (*/bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: