Duh, Seminggu 13 Orang di Wonosobo Meninggal Dunia

BNews—WONOSOBO— Kasus Covid-19 di Kabupaten Wonosobo masih terus bertambah. Bahkan akhir pekan kemarin meninglat lebih dari 50 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan, DR Jaelan Jaelan mengatakan dengan demikian, akumulasi mencapai 879. Kemudian 416 dinyatakan sembuh, 429 dalam perawatan, dan 34 orang telah dinyatakan meninggal dunia.

“Hari ini pertambahan kembali di atas 50 orang, atau tepatnya 55 orang dengan varian gejala mulai ringan, sedang hingga berat sehingga total akumulasi kasus konfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Wonosobo tercatat mencapai 879,” ungkap saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Pertambahan tersebut menurut Jaelan juga diiringi dengan catatan jumlah kematian mencapai 6 kasus, alias menjadi yang tertinggi angka kematian harian sejak awal pandemi.

Jumlah kasus meninggal dunia dari kasus konfirmasi positif pada Sabtu 10 Oktober tercatat 6 orang sehingga total akumulasinya mencapai 34. Sebagai catatan, selama sepekan ini kasus meninggal dunia bertambah 13 orang.

“Pertambahan kasus konfirm positif, secara otomatis berimbas pada kapasitas ruang isolasi pasien milik Pemkab yang kini penuh dan tak mampu menampung lagi kasus baru,” ujarnya.

Hingga saat ini puskesmas rawat inap juga belum siap menerima pasien kategori bergejala ringan hingga sedang, sehingga kemungkinan penambahan gedung akan dilakukan pemerintah daerah.

Dia juga menekankan pentingnya warga agar tak lagi menyangkal keberadaan virus corona, tidak menolak isolasi mandiri bagi penderita tanpa gejala, memiliki kesadaran akan Protokol Kesehatan, menaati 3M serta tidak menolak upaya deteksi dini melalui pelacakan dan uji swab, karena akibatnya kedepan akan semakin fatal.

“Tidak perlu ada perdebatan lagi, semuanya fokus pada pelaksanaan 3 M,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah, One Andang Wardoyo menambahkan, dengan melihat tingkat hunia ruang isolasi yang semakin padat, pemkab memperbolehkan warga lakukan isolasi mandiri, sepanjang ada rumah  terpisah dari anggota keluarga yang sehat.

“Isolasi mandiri boleh, asal ada ruang terpisah dari keluarga yang sehat, kemudian mendapat pesetujuan dari warga sekitar, pernyataan kesanggupan untuk disiplin dan ada petugas yg memantau kesehatannya, serta tidak ada gejala sakit yang berpotensi berakibat lebih serius,” terangnya.

Bilamana isolasi terpusat milik Pemkab Wonosobo sudah siap maka semua yang positif harus melakukan isolasi terpusat agar penyebaran bisa di cegah lebih baik lagi. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: