Dukun Pengganda Uang yang Bunuh 4 Orang di Magelang Jalani Tes Psikologi

BNews–MAGELANG–  Pedalaman terhadap tersangka maupun saksi kasus pembunuhan oleh dukun pengganda uang asal Kajoran terus dilakukan Polres Magelang.  Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun, S.H., S.I.K saat diwawancara di kantornya, Rabu 24/11/2021.

“Kita masih terus kembangkan. Dari yang di tahun 2021 ini terdapat satu kasus dengan korban dua orang, ternyata di tahun 2020 kemarin juga terdapat dua kasus dengan korban sebanyak dua orang,” katanya.

Menurtnya, korban dari kekejaman Dukun Pengganda Uang berinisial IS, 57, asal Sutopati Kajoran seluruhnya hingga saat ini sebanyak 4 orang.

Kapolres menjelaskan  pada hari ini penyidik meminta bantuan Ahli untuk melakukan pemeriksaan Psikologi  terhadap tersangka.  Hal tersebut dilakukan guna mendalami kepribadian tersangka.

“Pemeriksaan psikologi untuk mendalami kepribadian tersangka dan hari ini sudah kita lakukan di  Polres Magelang. Hasilnya nanti kita tunggu dan itu hanya untuk kepentingan pemyidikan,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan jika penyidikan akan tetap dijalankan sesuai dengan SOP yang berlaku agar proses penyidikan efektif dan efisien. Diharapkan juga kasus tersebut dapat segera diselesaikan dan tersangka dapat segera untuk disidangkan.

Seperti diketahui, dari hasil penyidikan petugas diperoleh keterangan jika keempat korban tersebut dibunuh dengan cara yang sama. Yaitu menggunakan air yang sudah dicampur potas yang mengandung sianida.

“Korban pertama adalah Mu’arif, 52, warga Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Magelang. Peristiwanya terjadi pada Kamis 14 Mei 2020 malam,” ujarnya.

Sementara dua korban lainya yakni Lasma dan Wasdiyanto, keduanya warga Dusun Marongan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Kajoran ditemukan meninggal pada Rabu 10/11/2021. Ditambah satu lagi korban berikutnya adalah seorang petani asal Sleman berinisial S, 63, pada 2 Desember 2020.

” Setelah melalui penyidikan mendalam, akhirnya diketahui  tersangka ini juga telah memberikan air beracun kepada seorang petani asal Sleman, S (63) pada 2 Desember 2020,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: