Efisiensi Anggaran Berdampak ke Industri Perhotelan, PHRI Magelang Dorong Adanya Kerja Sama Stakeholder
- calendar_month Kam, 17 Apr 2025

Ilustrasi lorong hotel (Foto oleh Binyamin Mellish dari pexels.com)
BNews–MAGELANG– Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah berimbas ke sektor perhotelan. Kebijakan ini menyebabkan berkurangnya frekuensi kegiatan pemerintahan yang biasanya diselenggarakan di hotel dan restoran.
Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magelang, Usep Syarifudin mengatakan bahwa saat ini beberapa hotel di Kabupaten Magelang telah mengurangi jumlah karyawan casual (karyawan harian) seiring dengan berkurangnya pangsa pasar dari instansi pemerintah akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Biasanya di hotel ini ada tenaga yang sifatnya tambahan, entah itu dari outsourcing atau karyawan casual. Ada beberapa hotel mengurangi atau tidak menggunakan tenaga karyawan harian yang biasanya dibutuhkan untuk operasional sebelum adanya kebijakan efisensi anggaran. Sekarang ada efisiensi, otomatis tidak dibutuhkan,” kata Usep saat dihubungi, Kamis (17/5/2025).
“Beberapa hotel besar mengurangi karyawan casual, dan di beberapa tempat, ketika ada yang resign tidak replace lagi,” sambungnya.
Usep menyebut, kebijakan efisiensi anggaran ini berdampak pada pendapatan hotel, terutama di segmen Meeting, Incentive, Convention, and Exhibiton (MICE).
“Efisien anggaran ini jelas berpengaruh ke hotel dan restoran, di mana kegiatan-kegiatan yang hampir 50 persen target pangsa pasar kita di sini jadi berkurang. Pasar MICE atau kegiatan kedinasan ini jelas berkurang. Adanya efisiensi ini, bukan hanya kegiatannya yang efisien tetapi daya beli juga efisien,” ujarnya.
Lanjut Usep, ada juga hotel khususnya yang bukan hotel berbintang dan bukan manajemen internasional, mulai melakukan pengurangan jam kerja karyawan. Menurutnya, bila hal ini dibiarkan berlarut-larut tak menutup kemungkinan akan memicu terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri perhotelan.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Maka diperlukan kerja sama antara pelaku industri perhotelan dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait.
“Perlu bekerja sama dengan pemerintah terutama dalam hal ini di pariwisata. Kita mengharapkan dari pihak lokal membuat berbagai macam event atau kegiatan yang bisa mendatangkan wisatawan ke Kabupaten Magelang. Harapannya, stakeholder di bidang pariwisata bisa membuat event, contohnya festival yang diadakan dalam beberapa hari yang mengundang tamu dari luar kota dan menginap di sini,” imbuhnya.
Ketua BPC PHRI Kota Magelang, Edi Hamdani mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran memang berimbas ke sektor perhotelan khususnya hotel-hotel yang melayani MICE.
“Namun hingga saat ini belum ada laporan adanya hotel di Kota Magelang yang mem-phk karyawan. Kami berharap para pengelola hotel untuk terus berinovasi,” pungkasnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar