Fakta Terbaru! Korban Dukun Asal Magelang Bertambah Jadi 3 Orang

BNews—MAGELANG— Polisi ungkap fakta baru terkait pembunuhan yang dilakukan IS (57), dukun yang mengaku bisa menggandakan uang. Dari hasil pengembangan, IS mengaku pernah memberi obat potas yang dicampur air putih kepada seseorang berinisial SR (63) warga Sleman pada awal Desember 2020 lalu.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Magelang melalui Kasat Reskrim Polres Magelang, AKP Muhammad Alfan Armin di Mapolres Magelang, Sabtu (20/11/2021).

“Dari pengembangan yang dilakukan dan berdasarkan keterangan dari beberapa saksi dan pelaku, diketahui pelaku melakukan hal yang sama kepada korban SR, warga Sleman pada 4 Desember 2020 lalu. Sehingga korban menjadi tiga orang,” ungkapnya.

Adapun untuk korban dari Sleman, kata Alfan, motifnya diduga soal hutang piutang. Berbeda dengan dua orang korban dari Magelang yakni penggandaan uang.

”Peristiwa ini berawal dari korban yang meminta bantuan pelaku karena kebun pisang milik korban sering kecurian. Lalu korban diantar cucu korban pergi ke tempat pelaku. Korban menceritakan kejadian yang dialami dan minta didoakan,” katanya.

Kemudian, pelaku bercerita kepada korban kalau pelaku ini memiliki hutang di bank sebesar Rp 25 juta. Namun pelaku mengaku baru mempunyai uang Rp 15 juta dan kurang 10 juta.

”Pelaku ingin meminjam uang Rp 10 juta dari korban. Apabila korban bersedia, maka nanti ketika hutang pelaku sudah lunas, pelaku akan meminjamkan berapapun kepada korban,” terang Alfan.

Pada 2 Desember 2020, lanjut Alfan, korban mengantar uang Rp 10 juta ke pelaku, seorang diri. Karena memang pelaku menyuruh korban untuk datang sendiri tidak boleh ditemani.

”Satu hari setelahnya, 3 Desember 2020, korban ke rumah pelaku untuk mengambil barang atau syarat-syarat agar kebun pisangnya tidak kecurian lagi,” imbuh dia.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Alfan menjelaskan, pada 4 Desember 2020 sekira pukul 20.00 WIB, korban ditemani sang cucu pergi ke kebun pisang untuk memasang syarat-syarat yang diberikan oleh pelaku. Namun karena perintah pelaku untuk dilakukan sendiri dan tidak boleh dilihat orang lain, cucu korban menunggu di pinggir jalan.

”Sekira pukul 23.00 WIB, korban tidak kunjung keluar. Cucu korban pun masuk ke kebun dan mencari korban. Sang cucu menemukan korban sudah tergeletak tidak bernyawa dan saat itu menurut informasi keluarga, di dekat jenazah korban ditemukan plastik bening berisi cairan,” jelasnya.

Saat itu, tak ada kecurigaan dan mengira korban meninggal karena angin duduk. “Keluarga tidak melaporkan kejadian ke pihak Kepolisian dan setelah membawa korban ke rumah sakit terdekat, korban langsung dimakamkan,” ujar Alfan.

Diberitakan sebelumnya Polres Magelang berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan dengan rencana yang dilakukan oleh seorang yang dikenal sebagi dukun yang bisa menggadakan uang. Pelaku berinisial IS, (57) Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.

Korban beinisial LM (31) dan WD (38), kedua korban merupakan saudara ipar warga Kajoran, Magelang yang keseharianya sebagai pedagang sayur.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: