Fasilitasi Bimtek Pengendalian OPT dan Pemanfaatan Elisiator Biosaka di Magelang, Ini Kata Vita Ervina
- calendar_month Jum, 23 Jun 2023

Bimbingan Teknis Peningkatan Produktivitas Padi dan Jagung dengan Pengendalian OPT serta Pemanfaatan Elisitor Biosaka, di Wisma Sejahtera, Kota Magelang pada Kamis (22/6/2023). (foto: istimewa)
BNews—MAGELANG— Puluhan ketua atau perwakilan kelompok tani hortikultura dan penyuluh pertanian di Kabupaten Magelang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Produktivitas Padi dan Jagung dengan Pengendalian OPT serta Pemanfaatan Elisitor Biosaka.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI ini digelar di Wisma Sejahtera, Kota Magelang, Kamis (22/6/2023).
Vita menyebut para peserta yang hadir pada bimtek ini yakni ketua atau perwakilan kelompok tani hortikultura dan penyuluh pertanian dari Kecamatan Mertoyudan, Borobudur, Muntilan, dan Tempuran.
Menurutnya, para petani perlu dibekali ilmu bagaimana cara yang baik dalam upaya pengendalian OPT. Dengan tetap memperhatikan keberlangsungan ekosistem dan unsur hara yang ada di dalam tanah.
”Dalam usaha peningkatan produktivitas tanaman padi dan jagung, selain melalui pengendalian OPT, pada bimtek ini juga disampaikan secara khusus teknologi pengendalian hama secara alami yaitu pemanfaatan elisitor Biosaka,” ujarnya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Dia menjelaskan, elisitor Biosaka pertama dicoba sejak tahun 2006 oleh petani dari Blitar bernama Muhamad Anshar. Biosaka adalah bahan dari larutan tumbuhan atau rerumputan yang diketahui mampu melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit dan mampu menekan penggunaan pupuk mencapai 50-90 persen.
”Biosaka terdiri dari suku kata Bio dan Saka. Bio singkatan dari Biologi, dan Saka singkatan dari Soko Alam Kembali Ke Alam atau dari Alam Kembali ke Alam. Adalah inovasi yang telah dikembangkan oleh petani dari bahan baru-terbarukan yang tersedia melimpah di alam,” jelasnya.
Penggagas elisitor Biosaka, Muhamad Anshar menjelaskan, Biosaka mampu mengurangi biaya produksi dengan tidak mengganggu hasil produksi itu sendiri. Biosaka dibuat dari bahan-bahan di sekitar seperti rerumputan dan daun tanaman berpohon yang sehat.
”Biosaka adalah tidak dapat diproduksi dengan mesin. Biosaka hanya bisa dibuat dengan tangan kita karena ini melibatkan ekspresi genetik, vibrasi dari manusia yang membuatnya,” jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan memaparkan elisitor Biosaka sudah dikembangkan di 17 kecamatan di Kabupaten Magelang.
”Dengan Biosaka ini mampu meningkatkan produksi yang cukup signifikan dan penggunaan kimiawi yang cukup minimalis,” paparnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar