Format Debat Paslon Bupati Monoton, Mirip Lomba Pidato

BNews—MUNGKID— Debat publik Cabup dan Cawabup Magelang disebut hanya seperti kontes pidato. Hal ini dikemukakan oleh salah satu panelis yang dihadirkan KPU Kabupaten Magelang yakni Arie Sujito seorang Doktor Sosiologi, Fisipol Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

 

“Debat perdana malam ini menurut saya kurang tajam dan terlalu normatif, Namun hal ini bisa dipengaruhi karena mekanisme peraturan KPU yang tidak menggali pemikiran dan pendapat mereka dari sisi panelis, dan pertanyaan hanya diserahkan kepada moderator,” katanya setelah acara Debat Publik Cabup dan Cawabup Magelang di GOR Gemilang Komplek Setda Magelang mala mini (28/4).

 

Dia juga mengungkapkan bahwa desain debat seperti ini kurang menantang kalau tidak digali argument dibalik pendapat dan terkesan normatif. “Pada dasarnya debat publik seperti ini agar publik tahu apa sebenarnya pendapat atau argument mereka para kandidat cabup dan cawabup bukan seperti kontes pidato saja,” imbuhnya.

 

“Saya rasa diputaran debat kedua akan lebih seru lagi, dan saya berharap mereka mampu bertarung dari sisi data, dan berbicara atau debat secara empiris tidak cuman secara awang-awang saja,” jelasnya.

 

Arif juga menambahkan, bahwa menurut analisisnya karena kandidat keduanya merupakan sama-sama incumbent sehingga saling mengunci tidak mau saling terbuka. “Mestinya pasangannya yang harus menggali supaya kandidat bisa saling mengexploriasi dengan baik, mereka harus bicara lebih empiris sehingga daya tariknya semakin tinggi,” tambahnya.

 

Dia juga berharap pihak KPU Kabupaten Magelang lebih meningkatkan pada kualitas di Debat putaran kedua mendatang. “Mungkin bisa diangkat juga soal isu anti korupsi, pemerintahan bersih, isu partisipasi, isu demokrasi, dan yang terpenting soal isu-isu soal lingkungan, kemiskinan yang lebih empiris jangan hanya normatif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: