Gairah Bercinta dan Asmara Wanita Berdasarkan Primbon Jawa
- calendar_month Kam, 29 Jul 2021

Gairah bercinta dan asmara wanita berdasarkan Primbon Jawa. (foto: ist)
BNews—MAGELANG— Primbon bisa dikatakan sebagai ’buku keramat’ bagi masyarakat Jawa. Meskipun merupakan produk kuno, Primbon Jawa masih sangat digemari karena berisi pengetahuan yang berkaitan dengan peristiwa kehidupan manusia.
Sebagian besar masyarakat Jawa masih menggunakan primbon untuk mengartikan mimpi serta memprediksi masa depan. Pasalnya, Primbon Jawa diketahui memuat berbagai aturan maupun petunjuk kehidupan.
Diketahui, Primbon Jawa cenderung berisi ramalan dan perhitungan. Perhitungan tersebut menghiasi perjalanan hidup masyarakat mulai dari lahir, meninggal dan pernikahan.
Perhitungan tentang tanggal baik pernikahan bukan satu-satunya rahasia yang dimiliki oleh Primbon Jawa. Bentuk tubuh wanita pun bisa dijadikan suatu pertanda juga.
Jika berbicara bentuk tubuh wanita dan kaitannya dengan Primbon Jawa, hal paling mungkin dikaitkan adalah mengenai gairah seksual yang dimiliki oleh wanita tersebut. Berdasarkan primbon, nafsu atau gairah bercinta wanita dapat dilihat dari ciri fisiknya.
Keanekaragaman bentuk tubuh wanita menurut Primbon Jawa dianggap memiliki arti serta rahasianya sendiri. Berikut pengelompokkan ciri fisik wanita serta nafsu gairah bercinta berdasarkan Primbon Jawa seperti dirangkum Borobudur News, Kamis (29/7):
Kunci Emas
Wanita dengan kriteria Kunci Emas menurut Primbon Jawa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (a) tubuh panjang tetapi kakinya agak pendek dan tidak proporsional; (b) rambutnya tumbuh subur dan tebal, termasuk bulu tangan dan kaki serta di area ’V’; (c) bermuka kecil; dan (d) payudara kecil.
Menurut Primbon Jawa, wanita dengan bentuk tubuh Kunci Emas tergolong baik hati dan setia pada pasangan. Meskipun gairah bercintanya kurang menonjol, ia mampu mengimbangi pasangan.
Bahkan, ia bisa menjadi wanita menggairahkan jika diperlakukan penuh kasih. Namun, wanita Kunci Emas cenderung memiliki ketertarikan pada wanita lain.
Bunga Restu
Wanita dengan kriteria Bunga Restu menurut Primbon Jawa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (a) tubuh besar, kukuh dan cenderung pendek; (b) bermuka kecil; (c) dahinya kecil; (d) mulut agak tebal; dan (e) berambut tebal.
Menurut Primbon Jawa, wanita dengan bentuk tubuh Bunga Restu merupakan tipe wanita pendiam, termasuk di tempat tidur. Wanita ini cenderung pasif dan tidak peduli pada pasangan.
Oleh sebab itu, pria dituntut untuk bersabar dan memberikan foreplay yang cukup karena wanita ini bisa jadi sosok menyenangkan jika diperlakukan dengan manis. Menurut orang Jawa, wanita tipe ini dapat mendatangkan rezeki.
Bintang Berkelip
Wanita dengan kriteria Bintang Berkelip menurut Primbon Jawa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (a) bertubuh tinggi semampai; (b) pinggang kecil tetapi pinggulnya besar; (c) berambut lurus sedang; (d) mata sayu-sayu tertutup; dan (e) berhidung besar.
Menurut Primbon Jawa, wanita dengan bentuk seperti ini memiliki sex appeal tinggi sehingga para pria membayangkannya memiliki gairah seksual yang besar. Padahal, gairah bercinta wanita ini biasa saja.
Ia lebih memikirkan urusan rumah tangga dan masa depan anak dibanding mengutamakan dalam bercinta. Wanita ini cocok dijadikan istri karena berkelakuan baik, setia dan tabah dalam menghadapi masalah.
Bintang Siaga
Wanita dengan kriteria Bintang Siaga menurut Primbon Jawa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (a) tubuh sedang, tidak tinggi dan tidak pendek; (b) berwajah bulat; (c) bermata sayu seperti orang mengantuk; (d) mulut lebar, bibir atas lebih kecil daripada bibir bawah; dan (e) telinga melebar keluar.
Menurut Primbon Jawa, wanita ini memiliki kekurangan dalam hal gairah dan persoalan asmara. Ia terlalu monoton dan tidak berkeinginan untuk meningkatkan kemahirannya untuk menikmati bercinta. Baginya, bercinta lebih dipandang sebagai kewajiban sehingga membuat suami sering kecewa.
Seroja Bergoyang
Wanita dengan kriteria Seroja Bergoyang menurut Primbon Jawa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (a) tubuhnya bagus; (b) dadanya kecil tetapi padat berisi; (c) beralis tebal; (d) mulut kecil tetapi bibirnya sensual; dan (e) berpinggul seksi dan berisi.
Menurut Primbon Jawa, wanita ini memiliki fisik yang sangat menarik, namun ia bukan sosok yang ceria. Wanita ini cenderung pemuram dan pesimistis. Bahkan, ia lebih sering cemberut dibanding tersenyum sehingga tampak lebih tua daripada umurnya.
Persoalan asmara wanita ini pun tidak semenarik penampilannya. Namun, ia bisa menjadi pasangan yang cocok bagi pria egois dan butuh kecepatan karena Seroja Bergoyang bukan tipe penuntut.
Bunga Indah
Wanita dengan kriteria Bunga Indah menurut Primbon Jawa memiliki ciri-ciri: (a) tubuh tinggi; (b) payudara besar dan menelungkup ke dalam sehingga tampak indah; (c) berkaki panjang, saat duduk selalu tumpang kaki dan saat berjalan selalu berlenggak-lenggok; (d) berkulit putih; (e) berwajah bulat; dan (f) bermata indah dan sering berkedip.
Menurut Primbon Jawa, wanita dengan kriteria seperti ini merupakan wanita setia dan berbakti pada pasangan. Bahkan, ada beberapa wanita tipe ini yang merelakan pasangannya memiliki Wanita Idaman Lain alias WIL.
Dalam urusan bercinta, ia cenderung dingin dan bersikap alakadarnya dalam hal asmara. Hal itu terjadi karena ia sudah merasa cukup dan damai jika kebutuhan materinya dipenuhi.
Pikat Mutiara
Wanita dengan kriteria Pikat Mutiara menurut Primbon Jawa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (a) tinggi; (b) punggung agak bungkuk; (c) berpayudara kecil; (d) leher panjang; (e) dahi lebar; (f) mulut lebar; dan (g) tampak memikat dari kejauhan.
Menurut Primbon Jawa, wanita dengan bentuk tubuh seperti ini adalah tipe wanita cerdas, penuh perhatian, pandai bertutur dan merupakan teman yang baik. Namun, ia enggan berterus terang sehingga percintaannya cenderung dingin jika pasangan tidak mampu menangkap keinginannya.
Oleh sebab itu, pria harus berusaha peka dan cepat tanggap karena wanita ini senang memberikan bahasa isyarat. Meskipun gairahnya kecil, ia adalah tipe pencinta yang baik.
Sri Tumurun
Wanita dengan kriteria Sri Tumurun menurut Primbon Jawa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (a) tubuh tinggi; (b) kaki panjang; (c) dada tipis; (d) berwajah bulat; (e) bermulut lebar; (f) bibir tebal; (g) rambut lemas; dan (h) bertumit besar.
Menurut Primbon Jawa , wanita dengan bentuk seperti ini menarik dijadikan teman karena ia sangat sopan, ramah dan pandai bertutur. Meskipun sex appealnya kurang, ia adalah istri yang baik karena jenisnya subur dan membawa berkah.
Menurut kebudayaan Jawa, ia adalah titisan Dewi Padi, Sri. Dalam hal asmara, wanita ini cenderung dingin, bahkan frigid, sehingga kerap membuat pasangan jengkel dan Sri tidak peduli. (han/han)
About The Author
- Penulis: BNews 3


Saat ini belum ada komentar