Gebyar Reuni Akbar, Alumni SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang Kompak Kenakan Seragam Putih Abu-abu
- calendar_month Sen, 12 Jan 2026

Ribuan alumni SMA Muhammadiyah I Kota Magelang mengikuti acara reuni akbar 50 tahun, di GOR Samapta pada Minggu (11/1/2026). (foto: ist)
BNews–MAGELANG– Ribuan alumni SMA Muhammadiyah I Kota Magelang mengikuti acara reuni akbar 50 tahun. Kegiatan bertajuk Gebyar Emas Reuni Akbar 50 Tahun ini digelar di GOR Samapta pada Minggu (11/1/2026).
Acara yang diikuti alumni mulai dari lulusan pertama yakni tahun 1976 hingga 2024 ini berlangsung meriah.
Bahkan untuk lebih menyemarakkan acara, para alumni mengenakan seragam sekolah putih abu-abu.
Mereka juga khidmat mengikuti upacara layaknya saat sekolah dulu. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Ketua umum lintas alumni laksma TNI Taufik Arif dengan komandan upacara yakni ketua panitia Kompol Choirul Anwar.
Saat upacara, alumni diajak bernostalgia dengan menyanyikan mars IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah). Bertindak sebagai dirigen adalah Icuk Salabiyati yang merupakan kepala sekolah SMA Muhammadiyah I Alternatif (Mutual). Icuk juga merupakan alumni SMA Muhi.
Turut hadir guru-guru yang sudah purna dan guru yang masih aktif. Hadir pula pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah.
Berbagai kegiatan digelar saat reuni berlangsung. Seperti donor darah dengan melibatkan PMI, cek kesehatan bekerja sama dengan Polres Magelang Kota, serta penjualan sembako murah untuk warga sekitar yang bekerja sama dengan LazisMu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai dengan rute sekitar GOR Samapta. Berbagai doorprize disiapkan,seperti kulkas, TV, kipas angin, sepeda gunung dan lain sebagainya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Ketua panitia Choirul Anwar mengatakan, upacara sengaja diadakan dalam reuni ini, agar para alumi bisa bernostalgia saat sekolah dulu.
“Apalagi menyanyikan Indonesia Raya danĀ mars IPM, itu sungguh bisa membawa kembali ingatan saat sekolah,” katanya.
Kemudian mengenakan dresscode seragam sekolah atau nuansa putih abu-abu, dimaksudkan ada rasa senasib dan sepenanggungan.
“Tidak memandang profesi masing-masing, ada rasa kebersamaan dan frekuensi yang sama untuk membesarkan SMA Muhammadiyah,” ujar Anwar.
Namun disisi lain, dengan mengenakan seragam sekolah, para alumni tetap takdim pada para guru yang dulu pernah mengajar.
“Dengan mengenakan seragam sekolah, maka sifat sebagai siswa akan muncul dan bisa menghormati guru. Kita masih menjadi anak dari para guru, apalagi guru merupakan sosok yang mewarnai kehidupan kita sampai saat ini,” imbuhnya.
Ketua Alumni Taufik Arif berharap, momentum seperti ini bisa berlanjut kedepannya.
“Menjadi tugas kita semua, sebagai alumni SMA Muhammadiyah I untuk terus menerus memperjuangkan dan menggelorakan semangat sekolah ini,” katanya.
Dia berharap SMA Muhammadiyah lebih maju, keren, dan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Munculnya sekolah-sekolah Taruna Nusantara, Bhayangkara, Brawijaya dan lainnya, tentu menjadi dorongan bagi SMA Muhammadiyah untuk terus maju.
“Karena sekolah kita punya ciri khas selain umum juga berbasis agama,” tegasnya.
Acara diakhiri dengan penampilan band Janema yang mampu membawa suasana semakin meriah. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7


Saat ini belum ada komentar