Gelapkan Barang Perusahaan di Tegalrejo Magelang, Seorang GM Diringkus Polisi

BNews—MAGELANG— Kasus penggelapan penyelahgunaan wewenang jabatan di Tegalrejo, Kabupaten Magelang terungkap (26/8/2020). Pelaku merupakan mantan General Manager di PT. ETI FIRE SYSTEM yang mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian hingga 1,7 miliar rupiah.

Kasatreskrim Polres Magelang, AKP Hadi Handoko mengatakan, kasus tindak pidana tersebut terjadi pada kurun waktu Juni 2019 sampai Juli 2020. Pelaku berinisial NEW,43 merupakan warga Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Hadi menjelaskan, modus tindak pidana yang dilakukan pelaku dengan cara memerintahkan petugas bagian gudang untuk mengeluarkan barang-barang. Pelaku beralasan surat perintah pengeluaran (packing slip) akan menyusul.

Sebagai tambahan informasi, packing slip adalah sebagai surat keluar barang dan juga untuk melacak pesanan konsumen. Apabila terdapat barang yang keluar dari gudang tanpa disertai packing slip, dampaknya adalah perusahaan tidak dapat mengetahui dan melacak siapakah kustomer yang melakukan pembelian atau pesanan.

“Kemudian barang-barang yang merupakan produk PT. Eti Fire System dijual kepada orang lain dengan harga lebih murah tanpa prosedur resmi. Uang dari hasil penjualan tersebut digunakan untuk keperluan pribadi pelaku,” jelasnya.

Selain itu, pelaku juga mempunyai kunci gudang perusahaan. Diketahui, ia beberapa kali mengambil sendiri secara langsung barang-barang milik PT. ETI FIRE SYSTEM di gudang.

Hadi menambahkan, kasus terungkap setelah pihak perusahaan melakukan audit keuangan dan terjadi geseh. Pada 22 Juni 2020 Tim Auditor Internal PT. ETI FIRE SYSTEMS melaksanakan audit terhadap pengiriman barang-barang.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dari hasil audit tersebut ditemukan ketidaksesuaian dari barang-barang yang dikirim terhadap pesanan yang diterima oleh PT. ETI FIRE SYSTEM. Akibat peristiwa itu, perusahaan mengalami kerugian hingga 1,7 miliar rupiah.

“Pelaku menjabat sebagai General Manager sejak tahun 2013 hingga akhir tahun 2019. Ia memanfaatkan wewenang jabatannya untuk melakukan tindak pidana penggelapan barang tersebut,” ungkap Hadi.

Polisi juga mengamankan penadahnya barang tersebut, Ia seorang pengusaha di Jakarta.

Adapun barang bukti yang diamankan, satu buah buku tabungan BCA milik pelaku, 25 lembar rekening korban BCA periode Januari 2019 hingga 17 Juli 2020. Serta ratusan barang-barang terdiri 7- jenis milik perusahaan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 374 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Pelaku terancam pindana penjara paling lama lima tahun. (rur/bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: