Gelar Budaya Lesbumi Tutup Hari Santri Nasional 2021 Di Kabupaten Magelang

­­­BNews—MAGELANG— Gelar budaya Lesbumi menjadi penutup dari seluruh rangkaian peringatan Hari Santri Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Magelang.

Hari santri 2021 PCNU Magelang dimulai sejak 6 Oktober hingga 30 Oktober 2021 dengan beragam kegiatan yang menarik. Diantaranya Khotmil Qur’an, lomba Adzan , lomba baca Kitab kuning & Lar – laran, sepak bola santri, pelatihan manajemen masjid, maulid & Mujahadah bersama Habib Umar Munthohar, dan ditutup dengan acara Gelar budaya Lesbumi.

Ketua Panitia Masrukhan dalam sambutan penutupan menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan HSN 2021 PCNU, khususnya Pemerintah Kabupaten Magelang.

Abbet Nugroho selaku Ketua Lesbumi NU Kab. Magelang mengatakan: Gelar budaya Lesbumi menampilkan beberapa pertunjukan seni budaya diantaranya Pencak silat dari Pagar Nusa; Tari Sufi dari omah damar Lesbumi Bandongan , Musik Religi oleh Lesbumi Mungkin;Tari  Prajuritan Soreng dari Lesbumi Ngablak, Angklung Kebangsaan oleh Lesbumi PCNU, sulap dari Lesbumi Muntilan; dan juga tampilan lar laran dari pemenang lomba juara 1 putri dari ponpes Yajri Payaman.

Dalam kegiatan Gelar budaya Lesbumi tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus baik Syuriah ( KH. Toha Mansyur ) Maupun jajaran Tanfidziah ketua Banom dan lembaga di lingkungan PCNU kab. Magelang.

Dalam gelar budaya lesbumi tersebut, dibagikan hadiah berbagai perlombaan yang telah dilaksanakan dalam rangka Peringatan HSN 2021 PCNU Kabupaten Magelang.

Meskipun dalam suasana terbatas akibat pandemi, tidak mengurangi kemeriahan seluruh rangkaian kegiatan HSN 2021 yang telah dilaksanakan.

Abbet Nugroho selaku koordinator acara berharap, agar seni budaya tidak hanya menjadi pelengkap dalam setiap acara.

Namun, lanjutnya hal itu juga mengembalikan fungsi seni budaya sebagai sarana  dakwah Islam yang rahmatan Lil alamin dan bisa di terima semua pihak. “Tentunya kedepan kebudayaan bisa menjadi pilar penting dalam beragama, karena tanpa kebudayaan, agama akan nampak kaku dan formal,” tutupnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: