Gerakan ASN Beli Sayuran Dan Cabai Dari Petani Terus Dilakukan Di Magelang

BNews–MAGELANG– Bantu Petani, Gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Beli Sayuran dan Cabai di Kabupaten Magelang terus berlanjut. Terbaru giliran ASN di Sekretariat Daerah (Setda) dan Bappeda Litbangda yang kedatangan paket sayuran dari petani (15/9/2021).

“Kemarin di RSUD Muntilan sudah, bahkan di kantor-kantor instansi vertikal seperti BPN dan Pengadilan Negeri. Kantor BUMD juga seperti Bank Bapas 69, Bank Jateng, bahkan BNI juga sudah dan menanyakan kapan akan mendapat giliran lagi,” kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Ade Sri Kuncoro.

Pada hari ini, ada 340 paket sayuran yang dijual oleh petani untuk para ASN dalam Gerakan ASN Beli Cabai ini. Dalam paket tersebut ada cabai merah keriting, cabai rawit serta sejumlah sayuran lain seperti sawi, terong, buncis dan selada. Setiap paket dijual seharga Rp20.000.

Ia mengatakan sayuran tersebut dipasok oleh petani dari berbagai wilayah dataran tinggi di Kabupaten Magelang seperti Candimulyo, Dukun, Sawangan dan Ngablak. Dinas Pertanian dan Pangan bekerjasama dengan Asosiasi Pasar Tani (Aspartan) untuk penyediaan sayuran tersebut.

Jenis dan jumlah sayuran yang disertakan bersama cabai itu berbeda-beda setiap harinya tergantung stok dan harga yang ada pada hari itu.

“Sasaran utamanya adalah cabai, makanya namanya Gerakan ASN Beli Cabai. Namun, ada beberapa komoditas lain yan juga terdampak, jadi kami pilih komoditas yang harganya turut tersebut untuk dibuat paket. Satu paket harganya Rp20.000,” jelas Ade.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengungkapkan Gerakan ASN Beli Cabai ini merupakan upaya Pemkab Magelang dan seluruh komponennya untuk membantu dengan membeli produk petani.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Total ada 2.224 paket yang dijual dari petani selama sepekan. Ia berharap dengan bantuan ini, bisa menyeimbangkan suplai dan demand sehingga harga komoditas yang sedang anjlok bisa naik.

“Kita akan evaluasi, harapan kita demand semakin besar. Petani kan suplai terus karena setiap saat berproduksi, sedangkan demand naik turun sesuai kebutuhan masyarakat. Kita berharap ekonomi membaik. Ke depan kita berharap suplai dan demand seimbang. Kalau suplai sedikit tapi demand banyak itu harga akan naik banget, karena tidak terjangkau. Saat suplai dan demand mendekati keseimbangan maka harga akan di kisaran wajar,” katanya.

Ia berharap saat demand masyarakat berkurang, Pemda melakukan gerakan beli cabai petani sehingga suplai dan demand mendekati titik keseimbangan. Lebih lanjut, harga komoditas yang diterima petani petani bisa dinikmati melebihi harga berproduksi sehingga memberikan kesejahteraan bagi petani.

Ketua Kelompok Tani Kembang Sari Desa Sonorejo, Candimulyo, Trimugo mengungkapkan saat ini harga banyak komoditas pertanian sedang rendah. Di antaranya per kilogram cabai rawit Rp12.000, cabai keriting Rp11.000, sawi Rp2.250, terong ungu Rp3.500, selada Rp1.500, buncis Rp1.750 dan bahkan caisim hanya Rp500.

“Kalau harga rendah seperti ini, barang susah dijual. Beda dengan kalau harga tinggi, meski barang sedikit, tapi yang cari banyak. Ini yang tanam banyak, karena gak laku akhirnya dijual selakunya. Syukurlah ada gerakan ASN Beli Cabai, ini terbukti bisa menaikkan harga sayuran Rp2.000 sampai Rp3.000,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: