Tren Naik, 49 Ribu Warga Wonosobo Beresiko Terpapar Covid

BNews—WONOSOBO—Menurut data Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Wonosobo, Sabtu (26/9/2020), virus corona telah menginfeksi 510 orang dan 10 di antaranya meninggal dunia. Sebanyak 49.612 orang di wilayah tersebut pun beresiko terpapar virus corona.

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wonosobo, Haryono mengatakan dengan melihat kondisi perkembangan COVID-19 yang grafiknya terus naik. Tim Gabungan Terpadu Penegakan Protokol Kesehatan akan terus melakukan upaya penyadaran kepada masyarakat.

“Kami tak akan lelah menegakan aturan, hingga masyarakat benar-benar sadar pentingnya penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi. Operasi penegakan protokol kesehatan akan kami gelar sangat masif,” katanya. Dikutip dari Kumparan.

Dia menyebut, operasi penegakan protokol kesehatan hampir setiap hari dilakukan, mulai dari siang-malam, hingga dinihari. Bahkan saat ini diperkuat personel dari Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Kodam IV Diponegoro, Polda Jateng, dan Badan Intelijen Negara (BIN).

”Para petugas masih berupaya menerapkan tindakan persuasif dalam memberikan sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan dan aturan jam malam,” ujarnya.

”Sanksi bagi pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki, sampai penumpang angkutan umum masih bersifat administratif seperti diminta KTP, diminta pushup, menyapu jalan hingga menghadiri sidang pembinaan di Kantor Satpol PP Wonosobo,” sambungnya.

Bagi para pelaku usaha yang masih melanggar aturan jam malam, kata Haryono, petugas mulai menerapkan sanksi lebih tegas. Seperti mengamankan perlengkapan usaha, seperti tabung gas sampai peralatan memasaknya.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Hermawan Animoro menambahkan dalam sepekan terakhir masih ditemukan ratusan warga yang terjaring operasi.

“Pada Jumat kemarin kami menindak 250 pengendara motor dan penumpang angkutan umum tanpa masker. Di dua ruas jalan yaitu Jalan Sukarno- Hatta dan Jalan Diponegoro. Kami berharap jumlah warga yang terjaring razia terus menurun sampai benar-benar tidak ada lagi yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: