Grebeg Gunungan Tahu, Merti Desa Di Kota Magelang
- calendar_month Sen, 22 Mei 2023

Grebeg Gunung Tahu acara merti desa di Kota Magelang_foto anis Antara
BNews–MAGELANG– Warga menggotong gunungan palawija saat kirab tradisi Merti Desa Grebeg Tahu di Kelurahan Tidar Campur, Magelang, Jateng, Minggu (21/5/2023).
Kegiatan yang dilaksanakan di sentra industri tahu tersebut sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Yakni atas kelancaran dan kesejahteraan sekaligus untuk menjaga kerukunan masyarakat melalui gelar budaya.
Sebelumnya diberitakan kegiatan tersebut sempat vakum semasa pandemi Covid-19. Dan kali ini digelar kembali atraksi budaya yang ikonik bertajuk Merti Desa Festival Budaya.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Tidar Selatan, Haryadi mengungkapkan, ada dua tujuan penting yang ingin diraih melalui gelaran akbar tersebut.
“Yang pertama, kami ingin memulihkan kembali ekonomi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang sempat lesu. Selanjutnya, kami ingin menunjukkan keanekaragaman seni budaya yang banyak di Kota Magelang,” terangnya Kamis, 11 Mei 2023.
Haryadi menyebutkan bahwa akan ada 50 stand yang siap menunjukkan berbagai macam produk unggulan kepada masyarakat.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Tidak hanya dipamerkan, khusus untuk stand yang berasal dari Kelurahan Tidar Selatan juga akan dilombakan.
“Nanti akan ada 22 stand dari wilayah kami yang akan dilombakan, sedangkan sisanya dapat digunakan untuk masyarakat umum yang memiliki berbagai jenis usaha,” imbuhnya.
Sedangkan untuk kegiatan seni budaya, warga yang tinggal di kota seluas 18,54 kilometer persegi ini akan disuguhkan dengan beragam tontonan yang menarik mata.
Pada tanggal 20 Mei 2023, seluruh pengunjung dapat menjajal bermacam-macam produk yang dijual oleh para pebisnis kebanggan Kota Magelang.
Selanjutnya, ada penampilan kesenian Ndayakan Muncul Rimba serta Djatilan Satria Budaya. Tentu akan sangat menarik untuk ditonton.
“Malamnya, kami gelar pengajian dan ada hiburan dari rebana,” katanya.
Acara gratis dengan tema ‘UMKM Tangguh Ekonomi Tumbuh’ tersebut dilanjutkan pada tanggal 21 Mei 2023.
Kegiatan pertama akan dibuka dengan upacara khas adat Jawa serta acara Grebeg Gunungan Tahu.
“Ini acara yang ditunggu-tunggu, kali ini kami menggunakan tahu berbentuk bulat yang disusun berbentuk gunungan,” tandasnya.
Setelah itu, gunungan tersebut bakal digrebeg ribuan warga. Pihaknya juga akan menambahkan gunungan palawija.
“Setelah itu masyarakat masih menikmati berbagai hiburan mulai dari Sorengan, Warokan, Trondolo, Barongsai Tambur Geni, Reog Singo Cahyo hingga pagelaran wayang kulit yang digawangi Ki Triyono Lebda Carita,” pungkasnya. (*/Antara.ME)
About The Author
- Penulis: Borobudur News



Saat ini belum ada komentar