Panen Raya Udang Vaname Berkat Teknologi Modern, Pemprov Jateng Siapkan Transformasi Tambak Pantura
- calendar_month 32 menit yang lalu

Lewat Teknologi ini, Tambak Udang Milik Pemprov Jateng Sukses Panen di Tengah Kawasan Industri
BNews-JATENG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil melaksanakan panen raya udang vaname di kawasan tambak Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Kota Semarang, Senin (6/7/2026). Panen tersebut menjadi bukti keberhasilan penerapan teknologi budidaya modern sekaligus langkah awal revitalisasi tambak di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.
Kegiatan panen yang berlangsung di lahan milik Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Tugu, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Melalui penerapan rekayasa teknologi budidaya, tambak seluas 1.561 meter persegi tersebut tidak hanya mampu menghasilkan udang vaname berkualitas tinggi, tetapi juga diproyeksikan menjadi model percontohan pengembangan tambak modern di kawasan Pantura.
Produksi Udang Vaname Ditargetkan Capai 1,3 Ton
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Endi Faiz Efendi, mengatakan panen dilakukan di Petak B3 Loka PBI Tugu. Setelah menjalani masa budidaya sekitar 82 hari, produksi udang vaname ditargetkan mencapai 1,3 ton dengan ukuran rata-rata sekitar 60 ekor per kilogram.
Endi menjelaskan, tambak tersebut menggunakan sistem tertutup (closed system) karena berada di kawasan industri. Sistem ini dirancang untuk meminimalkan penggunaan air dari luar sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Kita menggunakan sedikit air dari luar, kemudian kita treatment dengan dolomit, kaporit, dan aerasi sebelum digunakan untuk budidaya,” ujarnya.
Menurut Endi, hasil panen udang vaname kali ini dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dengan harga sekitar Rp60 ribu per kilogram.
Selain menghasilkan produk budidaya berkualitas, Loka PBI Tugu juga terus menunjukkan kinerja positif dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga Semester I Tahun 2026, realisasi PAD telah mencapai sekitar 72 persen dari target tahunan.
Ahmad Luthfi Minta Sentra Pembibitan Ikan dan Udang Diperkuat
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Dinas Kelautan dan Perikanan untuk terus memperkuat sentra pembibitan ikan dan udang di Jawa Tengah.
Menurutnya, sektor pembibitan memiliki manfaat yang lebih besar bagi masyarakat karena biaya produksinya lebih rendah, perputaran usaha lebih cepat, serta mampu mendukung ketahanan pangan nasional.
Ia menilai balai-balai perikanan milik pemerintah harus menjadi pusat penyedia benih unggul yang mudah diakses para pembudidaya di berbagai daerah.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Selain itu, Ahmad Luthfi juga meminta seluruh tenaga ahli dan penyuluh perikanan lebih aktif mendampingi masyarakat, mulai dari penyediaan benih, pendampingan budidaya, hingga membantu pemasaran hasil panen.
“Sehingga masyarakat tidak akan mencari ke mana-mana. Dengan begitu, dinas kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Revitalisasi 72 Ribu Hektare Tambak Pantura
Ahmad Luthfi menegaskan, sektor perikanan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Menurutnya, Jawa Tengah memiliki garis pantai yang membentang di 17 kabupaten/kota. Namun, sebagian besar kawasan tambak di Pantura masih dikelola secara tradisional sehingga perlu dilakukan revitalisasi agar lebih produktif.
Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan terkait rencana revitalisasi kawasan tambak di Pantai Utara Jawa Tengah yang memiliki luas sekitar 72 ribu hektare.
“Dalam waktu dekat Pak Menteri KKP akan backup penuh untuk wilayah Pantai Utara kita. Prinsipnya nanti segera dikawal agar tambak-tambak yang tidak berfungsi bisa segera kita fungsikan,” katanya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar