Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Gunung Kawi Viral Gegara Pesulap Merah, Fadli Zon Akhirnya Buka Suara

Gunung Kawi Viral Gegara Pesulap Merah, Fadli Zon Akhirnya Buka Suara

  • calendar_month 20 menit yang lalu

BNews-NASIONAL – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, merespons fenomena Gunung Kawi di Jawa Timur yang belakangan menjadi perbincangan publik setelah viral di media sosial. Menurutnya, berbagai kepercayaan dan tradisi yang berkembang di masyarakat merupakan bagian dari keberagaman budaya Indonesia yang patut dipahami secara bijaksana.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon usai menghadiri penetapan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di TMII, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026).

Fadli Zon Sebut Fenomena Gunung Kawi Bagian dari Keragaman Budaya

Fenomena Gunung Kawi kembali menjadi sorotan setelah dikunjungi Marcel Radhival atau Pesulap Merah. Dalam konten yang diunggahnya di media sosial; Pesulap Merah mengaku penasaran dengan berbagai isu yang berkembang di masyarakat, termasuk dugaan praktik pesugihan dan penggunaan tumbal.

Dalam kunjungannya, Pesulap Merah juga berdialog langsung dengan juru kunci (kuncen) setempat untuk menggali informasi mengenai; berbagai kepercayaan yang berkembang di kawasan tersebut.

Menanggapi hal itu, Fadli Zon menilai fenomena seperti yang terjadi di Gunung Kawi tidak bisa dilepaskan dari keberagaman tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat Indonesia.

“Itu kan kita, keberagaman kita ya di dalam memahami termasuk apa yang terjadi tidak hanya di Gunung Kawi, di berbagai tempat ya; itu satu hal yang merupakan mozaik dari tradisi dan budaya lama,” kata Fadli Zon.

Tradisi Lokal Dinilai Jadi Bagian dari Mozaik Budaya Indonesia

Menurut Fadli Zon, setiap daerah di Indonesia memiliki cara pandang dan pendekatan budaya yang berbeda-beda. Keragaman tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional yang telah diwariskan secara turun-temurun.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Ia menilai, berbagai tradisi lokal yang masih berkembang di masyarakat merupakan realitas sosial yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah bangsa.

Selama Tidak Merugikan, Tradisi Dinilai Memberi Manfaat

Fadli Zon menegaskan, tradisi maupun kepercayaan yang berkembang di masyarakat tidak menjadi persoalan selama memberikan dampak positif; tidak merusak, serta tidak mengganggu kehidupan masyarakat.

Ia juga menilai, berbagai tradisi budaya berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, terutama melalui sektor pariwisata dan ekonomi berbasis budaya.

“Saya kira selama itu bisa memberikan kebaikan, terutama mendatangkan ekonomi budaya bagi masyarakat setempat dan tidak mengganggu; tidak merusak, gitu ya, tentu itu kita anggap sebagai bagian dari realitas kehidupan kita,” ucapnya.

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less