Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Gudang Garam Tak Serap Tembakau Temanggung, Ini Alasan Lengkapnya

Gudang Garam Tak Serap Tembakau Temanggung, Ini Alasan Lengkapnya

  • calendar_month Jum, 20 Jun 2025

BNews–TEMANGGUNG – Perusahaan rokok besar asal Kediri, Jawa Timur, PT Gudang Garam dipastikan kembali tidak membeli tembakau dari Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada musim panen tahun 2025.

Ini menjadi tahun kedua berturut-turut Gudang Garam absen menyerap komoditas tembakau dari wilayah sentra produksi utama tersebut.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kabupaten Temanggung, Ponco Marbagyo; mengungkapkan bahwa penurunan pembelian ini disebabkan oleh dua faktor utama: melemahnya penjualan rokok akibat tingginya tarif cukai, serta meningkatnya peredaran rokok ilegal di pasar.

“Memang (tembakau) terserap semua, tapi harganya jadi rendah,” ujar Ponco saat ditemui Kompas.com, Rabu (18/6/2025).

Ketidakterlibatan Gudang Garam dalam tata niaga tembakau berdampak besar terhadap harga jual di tingkat petani.

Bahkan, produsen tembakau dari daerah lain disebut enggan mengirimkan produknya ke Temanggung karena absennya perusahaan rokok tersebut.

Untuk mengatasi persoalan ini, Bupati Temanggung Agus Setyawan bersama Komite Pertembakauan Temanggung; telah menggelar pertemuan dengan sejumlah manajemen pabrik rokok sejak pertengahan Mei 2025.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Delegasi dari Temanggung tercatat telah menemui pihak Djarum di Kudus dan beberapa pengusaha rokok asal Jawa Timur di Malang.

“Komite Pertembakauan ini memfasilitasi permasalahan antara petani, pedagang, dan pabrik dalam rangka menyamakan persepsi tentang tata niaga tembakau,” jelas Ponco.

Sementara itu, Ketua Komite Pertembakauan Temanggung, Agus Parmuji, menegaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi; pelaku industri rokok legal adalah kebijakan cukai yang tinggi dan lemahnya pemberantasan rokok ilegal.

“Pemerintah (pusat) tidak bisa melindungi keberlanjutan produksi rokok legal,” tegas Agus Parmuji saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/6/2025).

Kabupaten Temanggung sendiri merupakan salah satu sentra tembakau nasional, dengan produksi tahunan mencapai sekitar 9.000 hingga 10.000 ton dari lahan seluas sekitar 14.000 hektare.

Simak Video Viral dan Terupdate di BorobudurNewsTV (KLIK)

Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya tren penurunan produksi tembakau di wilayah ini dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2021 produksi tembus 12.691 ton, turun menjadi 10.562 ton pada 2022, dan kembali merosot menjadi 9.685 ton di tahun 2023.

Selain Temanggung, daerah lain seperti Wonosobo, Kendal, Magelang, dan Boyolali juga turut terlibat dalam rantai pasok dan tata niaga tembakau nasional. Ketidakterlibatan pabrikan besar seperti Gudang Garam tentu menambah beban bagi petani dan pelaku usaha tembakau di wilayah tersebut. (*/kompas)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less