6 Efek Kurang Tidur Bagi Tubuh, Salah Satunya Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
- calendar_month Ming, 12 Mei 2024

ilustrasi (Foto oleh Ivan Oboleninov dari Pexels.com)
BNews—KESEHATAN— Tidur memberikan istirahat yang diperlukan serta berperan dalam memperbaiki dan memperbaharui sel-sel tubuh. Tidur yang cukup bisa menjaga kesehatan yang optimal.
Kurang tidur dapat berdampak serius pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut efek gangguan tidur pada tubuh yang perlu kamu waspadai:
1. Gangguan kognitif
Kurang tidur dapat memengaruhi fungsi otak dan kognisi secara signifikan. Ketika seseorang kurang tidur, aktivitas otak yang terkait dengan pembelajaran, pemrosesan informasi, dan pengambilan keputusan menjadi terganggu.
Hal ini mengakibatkan sulitnya berkonsentrasi, memperburuk daya ingat, dan menurunkan kemampuan dalam pengambilan keputusan.
Sebagai contoh, seseorang yang kurang tidur mungkin kesulitan untuk memusatkan perhatian saat mengemudi, meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan baik di jalan raya maupun di tempat kerja.
2. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Kurang tidur meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Ketidakseimbangan hormon akibat kurang tidur dapat memengaruhi fungsi jantung dan pembuluh darah.
Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan kadar hormon stres, yang dapat merusak pembuluh darah dan memicu peradangan dalam tubuh, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
3. Menurunkan sistem kekebalan tubuh
Tidur yang cukup dapat menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat. Kurang tidur dapat mengurangi produksi sel-sel kekebalan tubuh, seperti sel T dan sel natural killer, yang berperan dalam melawan infeksi. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai macam infeksi, seperti flu dan pilek.
4. Meningkatkan risiko diabetes
Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur gula darah dengan baik. Kurang tidur dapat menyebabkan resistensi insulin, di mana tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin yang diproduksi.
Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2, terutama pada individu yang memiliki kecenderungan genetik terhadap penyakit ini.
5. Meningkatkan risiko depresi
Kurang tidur memengaruhi keseimbangan kimia dalam otak yang berhubungan dengan suasana hati dan emosi. Kurang tidur juga meningkatkan kadar hormon stres, seperti kortisol, dan menurunkan kadar serotonin dan dopamine, yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati, kecemasan, dan depresi.
6. Meningkatkan risiko kematian dini
Beberapa studi menunjukkan bahwa kurang tidur secara konsisten dapat meningkatkan risiko kematian dini. Kurang tidur dapat berkontribusi pada berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker, yang dapat meningkatkan risiko kematian dini.
Untuk mencegah efek negatif dari kurang tidur, penting untuk menjaga pola tidur yang sehat. Mulailah dengan membuat jadwal tidur yang konsisten, hindari konsumsi kafein dan alkohol sebelum tidur, serta ciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan tenang.
Jika kurang tidur yang kamu alami disebabkan oleh masalah psikologi, jangan ragu hubungi psikolog. Kamu juga perlu konseling dengan psikolog jika kurang tidur yang kamu alami memicu masalah kesehatan mental. (*)
Sumber: halodoc
About The Author
- Penulis: BNews 7




Saat ini belum ada komentar