Gus Ipul Kagum! Ribuan ASN Magelang Turun Langsung Verifikasi Data Kemiskinan
- calendar_month Rab, 15 Okt 2025

Mensos Gus Ipul Puji Bupati Magelang, Kerahkan Ribuan ASN Mutakhirkan DTSEN
BNews—NASIONAL— Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan apresiasi kepada Bupati Magelang Grengseng Pamuji atas pelaksanaan program Verifikasi Data Kemiskinan (VDK) dengan melibatkan 8.277 Aparatur Sipil Negara (ASN).
Langkah tersebut dinilai sebagai inovasi strategis dalam memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Keren (program VDK-nya), ini saya buat contoh ke mana-mana. Itu Bupati Magelang tiru. ASN-nya sudah turun semua (untuk pendataan),” kata Gus Ipul di Ruang Rapat Menteri, Gedung Kemensos, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025).
Menurut Gus Ipul, pelibatan ASN dalam proses pendataan bukan hanya untuk memastikan data yang valid, tetapi juga untuk menumbuhkan kepekaan sosial di lingkungan kerja.
Ia menegaskan, model pendataan seperti yang dilakukan Kabupaten Magelang perlu diadopsi oleh daerah lain di Indonesia.
“Magelang saya jadikan model. Kami juga akan panggil semua daerah ini dan dinas sosialnya untuk tiru dan paparkan model seperti Magelang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul meminta agar pendataan dilakukan hingga tingkat keluarga, terutama bagi siswa Sekolah Rakyat, agar data yang dikumpulkan benar-benar bisa menjadi dasar dalam pemberdayaan dan pelayanan sosial yang tepat sasaran.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Saya minta tolong didalami profil dari Keluarga Penerima Manfaat siswa Sekolah Rakyat. Itu khusus didetilkan orang tua (siswa) Sekolah Rakyat, (misal) seperti apa buruh taninya,” ujar Gus Ipul.
Program VDK di Kabupaten Magelang menargetkan 87.791 keluarga miskin (desil 1 dan 2) yang tercatat dalam DTSEN per 31 Juli 2025.
Pendataan dilakukan selama Agustus 2025 dengan melibatkan ASN dari seluruh perangkat daerah di 21 kecamatan dan 372 desa.
Setiap ASN bertugas mengumpulkan 36 data pokok registrasi sosial-ekonomi dan 12 pertanyaan tambahan.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan bahwa seluruh ASN yang terlibat dalam program VDK telah mendapatkan mandat resmi dari pemerintah daerah.
“Seluruh guru sampai dengan sekretaris daerah saya beri surat tugas turun (pendataan). Satu orang (melakukan pendataan) 10–15 rumah,” ungkap Grengseng.
Ia menambahkan, proses pendataan dilakukan bersinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) agar hasilnya akurat dan sesuai dengan DTSEN. Langkah ini juga diambil untuk menghindari duplikasi data antarwilayah.
“Jadi tidak ada nanti teman saya miskin, di sana tidak miskin. Nanti tiap tiga bulan sekali, izin kami dari Pemda akan minta data (DTSEN), untuk memadankan,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Gus Ipul kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam memperkuat validasi dan verifikasi data sosial-ekonomi.
“Ini contoh yang baik kerjasama BPS daerah, (Pemda) Kabupaten Magelang, Kementerian Sosial dan BPS bekerja bersama untuk validasi, verifikasi data. Keren itu, buat contoh untuk daerah lain,” tutur Gus Ipul.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Magelang, di antaranya;
Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos Joko Widiarto, Kepala Bappeda Litbangda Kabupaten Magelang Taufik Hidayat, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magelang Bela Pinarsi; Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Perlindungan Sosial Heru Nurprismawan, Kepala Bidang Informatika Heri Sigit; serta perwakilan dari BPS Kabupaten Magelang yakni Rahayu Rahmawati dan Diana Larasati.
Dengan dukungan kuat dari semua pihak, program VDK diharapkan mampu mewujudkan data kemiskinan yang akurat, terpadu, dan berkelanjutan, sehingga kebijakan sosial di Indonesia semakin tepat sasaran. (*)
About The Author
- Penulis: Purba Ronald





Saat ini belum ada komentar