Jarang Diketahui, Ini Deretan Kosa Kata yang Indah Dalam Bahasa Indonesia
- calendar_month Ming, 25 Jul 2021

ILUSTRASI: seseorang nyaman dengan kesendirian (foto: pexels.com)
BNews—MAGELANG— Bahasa Indonesia memiliki beragam kata yang mungkin Anda belum mengetahuinya. Kata-kata tersebut biasanya digunakan pada novel ataupun puisi, agar nampak lebih estetik.
Namun, tak jarang pula kata-kata tersebut terdengar pada saat menonton fim kolosal, lagu-lagu lama maupun quote-quote di media sosial
Nah, berikut ini deretan kosa kata yang indah dalam Bahasa Indonesia yang mungkin belum banyak diketahui. Dilansir dari Indozone.
Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)
- Adarusa: orang yang meminjam sesuatu (tentang uang atau barang), tetapi tidak ada kemauan untuk mengembalikan uang atau barang tersebut.
- Adiwarna: indah sekali, bagus sekali.
- Arunika: cahaya matahari pagi sesudah terbit.
- Asmaraloka: dunia (alam) cinta kasih.
- Baswara: bercahaya.
- Candramawa: untuk menyebut warna bulu kucing hitam bercampur putih.
- Candala: rendah, hina, atau nista (dalam kata sifat); merasa rendah diri (dalam kata kerja).
- Cerpelai: musang, yang suka sekali memakan ular.
- Derana: tabah.
- Dersik: desir angin atau bunyi angin.
- Dirgantara: segala sesuatu yang ada di atas bumi, meliputi langit dalam atmoster sampai luar angkasa.
- Ejawantah: menjelma; menjadi berwujud.
- Elegi: syair dukacita.
- Eunoia: pemikiran yang indah, pikiran yang baik.
- Jatmika: sopan
- Jenggala: hutan.
- Jumantara: langit, udara, awang-awang.
- Kanagara: bunga matahari, mahkota raja, atau mahkota pengantin.
- Karsa: kehendak, niat.
- Kelindan: benang yang berpilin, penggulung benang.
- Kidung: nyanyian, puisi.
- Klandestin: kata kerja yang bermakna rahasia atau secara diam-diam.
- Kulacino: bekas air di meja akibat gelas dingin atau basah.
- Lazuardi: permata berwarna biru kemerahan, warna biru muda langit.
- Lembayung: nama bunga, warna merah campur ungu.
- Lengkara: mustahil, beduk, tabuh, nekara.
- Litani: doa yang diucapkan bersama-sama.
- Lindap: redup, mendung, teduh.
- Lokananta: gamelan di kayangan yang bisa berbunyi sendiri.
- Menjura: membungkuk dengan menangkupkan kedua tangan (dengan maksud menghormat).
- Mangata: bayangan bulan di air yang terbentuk seperti jalan.
- Meraki: melakukan sesuatu dengan jiwa, kreativitas, dan cinta.
- Nayanika: mata yang indah dan memancarkan daya tarik.
- Nirmala: tanpa cacat, sempurna.
- Niskala: abstrak.
- Nirwana: surga, konsep Buddha tentang keadaan setelah mati yang dilalui tanpa penderitaan.
- Nuraga: simpati atau berbagi rasa.
- Pancarona: bermacam-macam warna atau pancawarna.
- Puspas: campur aduk.
- Ranum: matang.
- Renjana: rasa hati yang kuat.
- Risak: mengusik atau mengganggu.
- Sabitah: bintang yang dari Bumi, posisinya tampak tetap, tak bergerak. Bintang penunjuk arah bagi nelayan.
- Sandyakala: cahaya merah saat senja.
- Saujana: sejauh mata memandang.
- Selesa: luas.
- Senandika: wacana (percakapan) dengan diri sendiri, suara batin.
- Suryakanta: kaca pembesar.
- Swastamita: pemandangan indah saat matahari terbenam.
- Taksa: ambigu, memiliki dua atau lebih arti. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar