Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » 3.761 Mahasiswa Unsoed Dilepas Gus Yasin untuk KKN, Siapkan Program Sampah hingga UMKM Desa

3.761 Mahasiswa Unsoed Dilepas Gus Yasin untuk KKN, Siapkan Program Sampah hingga UMKM Desa

  • calendar_month 24 menit yang lalu

BNews-JATENG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara resmi melepas 3.761 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah, Selasa (7/7/2026).

Pelepasan mahasiswa KKN tersebut berlangsung di Auditorium Graha Widyatama Profesor Rubijanto Misman, Kampus Unsoed Purwokerto.

Dalam kegiatan itu, sejumlah mahasiswa turut memaparkan program kerja yang akan dijalankan di desa lokasi KKN kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Mahasiswa Siapkan Program Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan UMKM

Salah seorang peserta KKN, Daffa Nurwahid, mengatakan dirinya bersama 12 mahasiswa lainnya akan melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kabupaten Purbalingga.

Program yang disiapkan meliputi sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.

Pada bidang lingkungan, kelompoknya menggagas inovasi pembakaran sampah minim asap sekaligus pemanfaatan sekam padi menjadi arang. Sementara pada sektor ekonomi, mereka akan mendorong penggunaan sabut kelapa sebagai pengganti pot plastik.

“Kami ingin membuat arang dari sekam padi, dan pembakar sampah yang minim asap,” ujarnya.

Sementara itu, peserta KKN lainnya, Bella, mengaku kelompoknya telah melakukan survei di desa tujuan sebelum pelaksanaan KKN.

Program yang akan dijalankan antara lain pencegahan stunting serta pendampingan promosi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Taj Yasin Apresiasi Program Mahasiswa

Menanggapi paparan tersebut, Taj Yasin Maimoen memberikan apresiasi atas semangat mahasiswa dalam menyiapkan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ia juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ikut mengawal berbagai program yang akan dijalankan mahasiswa selama KKN.

“Nanti kita bantu untuk alat pengolah sampahnya,” kata Gus Yasin yang disambut antusias ribuan mahasiswa dalam ruangan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu juga berpesan agar mahasiswa turut mendukung program Kecamatan Berdaya, khususnya dalam upaya pencegahan bullying (perundungan) serta perlindungan terhadap kelompok rentan, seperti anak, perempuan, dan lanjut usia.

Selain itu, mahasiswa juga diminta aktif mendampingi pelaku UMKM, terutama dalam aspek digitalisasi dan peningkatan daya saing produk.

“Saya minta untuk didampingi benar-benar. Kalau butuh pendampingan dengan packaging (kemasan), segera koordinasi dengan kami (pemerintah provinsi) supaya ada pendampingan betul-betul,” tambahnya.

KKN Digelar di Sembilan Kabupaten hingga Empat Negara

Ketua Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed, Ridlwan Kamaluddin, menjelaskan program KKN periode ini akan berlangsung mulai 8 Juli hingga 11 Agustus 2026.

Menurutnya, pelaksanaan KKN dibagi menjadi dua skema, yakni KKN Nasional dan KKN Internasional.

Untuk KKN Nasional, mahasiswa akan ditempatkan di sembilan wilayah, yaitu Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, hingga Belitung Timur.

Program tersebut difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, ketahanan bencana, peningkatan literasi, serta pembangunan infrastruktur desa.

Selain di dalam negeri, Unsoed juga mengirimkan mahasiswa melalui program KKN Internasional yang akan dilaksanakan di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hong Kong.

“Mereka diharapkan menjadi duta akademik dan budaya Indonesia di tingkat dunia,” jelas Ridwan.

Dukung Pencapaian SDGs di Tingkat Desa

Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, mengatakan seluruh mahasiswa yang diterjunkan telah dibekali kemampuan literasi, kompetensi, serta karakter yang kuat.

Ia berharap para mahasiswa mampu mengakselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa, mulai dari bidang ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, hingga pelestarian lingkungan.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN di berbagai wilayah.

Menurutnya, pembangunan desa yang tangguh hanya dapat diwujudkan melalui penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki literasi baik.

“Saya berharap setiap kelompok KKN mampu menyusun program yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat serta potensi yang dimiliki desa masing-masing. Mulailah dari hal-hal sederhana namun berdampak nyata bagi warga setempat,” ucapnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less