Go Green! SMPN 2 Borobudur Latih Siswa Olah Sampah Jadi Kompos, Zero Sampah Jadi Target
- calendar_month 19 menit yang lalu

Aksi Janaka Penguat Pendidikan Lingkungan Bagi Murid SMP N 2 Borobudur, ubah sampah jadi kompos
BNews-MAGELANG – SMP Negeri 2 Borobudur terus memperkuat pendidikan lingkungan melalui pelaksanaan Program Aksi Janaka (Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata) yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Magelang. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan kompos dari sampah organik yang dihasilkan di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut diawali dengan pelatihan sekaligus praktik pembuatan kompos yang dipandu penggiat lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, Atik Pratiwi. Pelatihan diikuti oleh siswa, guru, dan karyawan SMP Negeri 2 Borobudur pada Senin (6/7/2026).
SMPN 2 Borobudur Perkuat Program Sekolah Berbudaya Lingkungan
Kepala SMP Negeri 2 Borobudur, Ahyar, mengatakan bantuan tempat sampah terpilah dari program Corporate Social Responsibility (CSR) SPG Ngadiharjo serta bantuan drum komposter dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang menjadi penyemangat bagi warga sekolah untuk mengelola sampah secara mandiri.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Menurutnya, keberadaan sarana tersebut sangat mendukung program sekolah “Berserih” yang merupakan akronim dari bersih, sehat, rindang, dan hijau.
“Lingkungan sekolah zero sampah dengan slogan go green, go clean,” jelasnya.
Siswa Dilatih Membuat Kompos dari Sampah Organik
Narasumber pelatihan, Atik Pratiwi, menjelaskan proses pembuatan kompos diawali dengan pemilahan sampah hasil penyapuan di lingkungan sekolah menjadi sampah organik dan sampah nonorganik.
Sampah organik berupa daun-daun kemudian dipotong kecil-kecil, dicampur, lalu disemprot menggunakan larutan EM4 dan molase yang telah dicampur air hingga seluruh bahan terlihat lembap.
“Setelah sampah organik dari dedaunan dimasukkan ke dalam composer, kemudian dikasih cairan dan cukup basah di dalam drum composer yang merupakan bantuan dari DLH ditutup rapat, dan ditunggu hingga kurang lebih 3 minggu, baru bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman,” ujar Atik.
Aksi Janaka Dukung Percepatan Sekolah Adiwiyata
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari, mengatakan Program Aksi Janaka menjadi langkah strategis untuk memperluas penerapan sekolah berbudaya lingkungan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Menurutnya, persoalan lingkungan hidup menjadi tantangan besar yang dihadapi hampir seluruh daerah di Indonesia sehingga diperlukan upaya membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah.
Uswatun menjelaskan, Program Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata (Aksi Janaka) telah resmi diluncurkan oleh Bupati Magelang, Grengseng Pamuji; sebagai upaya mempercepat pelaksanaan Program Sekolah/Madrasah Adiwiyata di Kabupaten Magelang.
Peluncuran program tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Balkondes Ngadiharjo.
“Salah satu langkah efektif membangun kesadaran lingkungan, adalah melalui Program Sekolah/Madrasah Adiwiyata. Program tersebut bertujuan membentuk; sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan melibatkan seluruh warga sekolah dalam berbagai aktivitas pelestarian lingkungan, melalui Aksi Janaka,” pungkasnya. (*/al)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar