Kenapa Investor Enggan Masuk Magelang? Ternyata Ini Penyebab Utamanya
- calendar_month Sen, 26 Jan 2026

Magelang Kehilangan Peluang Investasi? Investor Kompak Tunggu Tol Rampung_foto ilustrasi
BNews-MAGELANG– Ketiadaan akses jalan tol di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dinilai menjadi penghambat utama masuknya investasi baru. Sejumlah investor disebut masih menunda realisasi proyek meski dokumen perizinan usaha telah dikantongi sejak beberapa tahun terakhir.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Magelang, Adang Atfan Ludhantono, mengatakan ketersediaan infrastruktur jalan tol menjadi faktor krusial dalam keputusan investasi.
“Sebelum ada akses (jalan tol) yang mumpuni, investasinya enggak terlalu kencang,” kata Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Magelang, Adang Atfan Ludhantono, dikutip dari Kompas com, Senin (26/1/2026).
Menurut Adang, beberapa perusahaan sebenarnya telah mengantongi dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) yang terbit dua hingga tiga tahun lalu. Namun hingga kini, pembangunan fisik belum dimulai karena investor masih menunggu kepastian akses tol di wilayah Magelang.
Salah satu contoh penundaan investasi datang dari PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (Cimory) di Kecamatan Muntilan. Selain itu, terdapat satu perusahaan lain yang berencana membangun hotel di lahan eks PT Kertas Blabak.
“Mereka menunggu tol,” ujarnya.
Siapkan Kawasan Industri Dekat Exit Tol
Pemerintah Kabupaten Magelang sendiri telah menyiapkan strategi untuk menarik minat investor. Salah satunya dengan menyediakan lahan sekitar 50 hektare di Kecamatan Secang yang akan dikembangkan sebagai kawasan industri.
Lokasi tersebut dipilih karena berada dekat rencana pintu keluar Tol Yogyakarta–Bawen, sehingga dinilai lebih strategis dari sisi distribusi logistik.
“Di (Kecamatan) Salam dan Tempuran ada juga (kawasan industri). Tapi, yang di dekat exit tol paling memungkinkan. Dekat dengan pelabuhan di Semarang,” papar Adang.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Ia menambahkan, salah satu investor besar yang akan masuk ke kawasan tersebut adalah PT Tirta Fresindo Jaya, produsen air minum Le Minerale. Perusahaan itu ditargetkan mulai beroperasi penuh di Secang pada pertengahan 2027.
“Investasinya lebih dari Rp 2 triliun,” kata Adang.
Infrastruktur Jadi Pertimbangan Investor
Hal senada juga disampaikan Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari. Ia menilai keterbatasan infrastruktur jalan tol di wilayah tengah dan selatan Jawa Tengah membuat investor lebih memilih kawasan Pantura.
“Investor pasti mempertimbangkan akses. Pantura punya jalan tol yang menghubungkan Jakarta sampai Jawa Timur. Di tengah dan selatan belum,” ujarnya, dikutip Kompas com, Kamis (23/1/2026).
Dengan kondisi tersebut, kehadiran Tol Yogyakarta–Bawen diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka peluang investasi lebih besar di Kabupaten Magelang. (*)
About The Author
- Penulis: Pemela





Saat ini belum ada komentar