Hampir 100 Ton Perhari Sampah Masuk Di TPAS Mertoyudan

BNews–MUNGKID-– Menumpuknya sampah di Tempat Pembuangah Akhir Sampah (TPAS) Pasuruhan Mertoyudan membuat prihatin warga sekitar. Hal ini tak lepas tingginya produksi sampah di Magelang tiap harinya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang mengakui kondisi sampah dan pengelolaannya masih jauh dari optimal. Bahkan bisa disebut Kabupaten Magelang darurat sampah.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Pasuruan yang menggunung menjadi bukti. Tercatat hampir 100 ton sampah masuk ke dalam TPAS tersebut setiap harinya.  

“Kami memang tengah mengevaluasi itu. Kabupaten Magelang ini kan sekarang mestinya bisa disebut sudah darurat sampah, karena TPA Pasuruan itu sudah overload,” kata Kepala DLH Kabupaten Magelang, Sarifudin. (24/1/2021) dikutip tribun.

Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah memikirkan untuk mencari lokasi TPA baru agar sampah di TPA Pasuruan bisa sedikit berkurang. Pihaknya juga sudah menganggarkan dana senilai Rp5 miliar untuk mengatasi permasalahan itu beberapa waktu lalu.

“Tapi saat pelaksanaan pengadaan tanah gagal karena masyarakat minta harganya sudah jauh dari permintaan appraisal. Sehingga dianggarkan lagi di tahun 2022,” ujarnya.

Maka itu, selama program pengadaan tanah belum berhasil, pihaknya sementara akan mengusahakan kebijakan alternatif lainnya guna mengatasi kelebihan muatan di TPA Pasuruan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Makanya sebelum ada tanah yang tersedia nanti akan kami uapayakan bagaimana caranya supaya sampah itu tidak semua dibawa ke TPA Pasuruan. Nanti bisa diolah di masing-masing TPS 3R dulu,” jelasnya.

Di sisi lain, jika TPA Pasuruan sudah dalam kondisi darurat pihaknya akan berencana untuk membuat lubang di kawasan itu untuk menampung timbunan sampah.

Setidaknya bakal ada sejumlah lubang yang bakal dikeruk untuk jadi tempat penampungan sampah.

“Paling tidak enam lubang ya. Jadi sampah dibuat ke situ dan kalau penuh dipindah ke lubang yang lain lagi begitu seterusnya. Tapi nanti kalau sudah ke lubang yang ke enam, sampah di lubang yang pertama harapannya sudah menjadi kompos,”pungkasnya. (*)

VIDEO TPAS PASURUHAN MERTOYUDAN :

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: