Harga Meroket di Pasar, Petani Bawang Merah Sleman Puas Panen Pertamanya

BNews–SLEMAN– Harga bawang merah di pasaran meroket tajam tembus Rp 50-60 ribu per kilonya. Namun petani bawang merah di Kabupaten Sleman mulai melakukan panen periode pertama kemarin (26/5/2020).

Kasi Produksi Bidang Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Imawan menjelaskan petani bawang merah di wilayah Sleman memang mulai panen. Meskipun produktivitas bawang merah di Sleman masih tergolong kecil, namun bisa digunakan untuk membantu mencukupi kebutuhan bawang merah.

“Hal ini mengingat saat ini harga di pasaran masih terbilang mahal,” katanya (26/5/2020).

Ia juga mengungkapkan, bahwa lokasi budidaya bawang merah di Sleman terdapat di beberapa kecamatan.  Di antaranya terdapat di Kalasan, Ngemplak, Sleman, Ngaglik dan sebagian kecil Moyudan.

Untuk luasan lahan kurang lebih ada 20 hektare, angka tersebut memang masih kecil jika dibandingkan dengan kabupaten lain.

“Luasan lahan budidaya bawang merah dalam setahun total 20 hektare. Masih sedikit jika dibanding Kabupaten Kulon Progo. Hasil panen ini untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Sleman saja.Biasanya Sleman masih ambil dari Brebes dan Nganjuk,” ungkapnya.

Imawan juga menyampaikan, panen kali ini merupakan panenan pertama dalam periode awal. Nantinya para petani bisa memanen bawang merah secara berurutan selama tiga minggu ke depan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menurutnya, saat ini harga bawang masih relatif tinggi, ada kalangan petani harga di jual Rp40 ribu per kilogram. Jika petani bisa membuat bibit secara mandiri untuk masa tanam berikutnya, maka dapat memangkas biaya produksi.

Hal ini Mengingat saat ini harga bibit termurah masih dikisaran harga Rp25 ribu. “Petani minimal membutuhkan bibit sebanyak 10 persen dari hasil panen untuk musim tanam selanjutnya. Jika bisa melakukannya sudah bisa mengurangi biaya produksi. Diharapkan Untuk wilayah Sleman bisa panen sepanjang tahun dengan masa tanam bawang merah di bulan Februari hingga Mei,” terangnya.

Sementara itu Ketua Forum Petani Kalasan, Janu Riyanto menjelaskan saat ini petani di Kalasan sudah mulai melakukan panen perdana di periode awal. Adapun luas lahan di Kalasan yang ditanami bawang merah seluas 6 hektare.

“Petani merasa puas dengan hasil panen kali ini karena mampu menjual dengan harga tinggi. Untuk panen kali ini per hektare mencapai sebanyak 13 ton. Dari petani merasa sangat puas dengan harga jual bawang merah sekarang meski kemarin sempat terkena hama ulat,” tambahnya. (*/Lubis)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: