Hari Terakhir Ekskavasi Situs Samberan Magelang, BKB Temukan Potongan Arca
- calendar_month Sel, 20 Sep 2022

BKB menemukan sebuah potongan arca saat ekskavasi Situs Samberan, Senin (19/9/2022), (foto: istimewa)
BNews—MAGELANG— Balai Konservasi Borobudur (BKB) kembali menemukan sebuah potongan arca di Situs Samberan, Dusun Samberan, Desa Ringinamon, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.
Koordinator Perlindungan BKB Muhammad Taufik mengungkapkan, penemuan potongan arca tersebut pada saat hari terakhit ekskavasi, Senin (19/9/2022).
”Ini hari terakhir kita lakukan ekskavasi di sini (Situs Samberan). Alhamdulillah kita menemukan satu temuan yang cukup bagus,” ungkapnya, Senin (19/9/2022).
Dia menyebut, pihaknya belum bisa melakukan identifikasi terhadap temuan potongan arca tersebut. Karena yang ditemukan hanya bagian perut ke bawah dan salah satu kakinya posisi bersila.
”Untuk ukurannya, panjang sekitar 16,5 sentimeter, lebar 12 sentimeter dan tinggi 9 sentimeter,” ujarnya.
Taufik menjelaskan, potongan arca itu ditemukan saat para pekerja melakukan penggalian di sisi barat struktur candi, sekitar pukul 08.20 WIB.
Selain potongan arca, juga ditemukan kembali umpak yang diduga sebagai alas tiang dari bangunan candi tersebut.
”Dengan kita menemukan enam umpak ini, mengindikasikan bahwa dulu atap (candi) dari rangka kayu,” jelas dia.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Tambah Taufik, usai ekskavasi ini, pihaknya akan membuat atap bagi Situs Samberan dengan arsitektur Jawa.
”Nanti akan kita beri atap berbentuk arsitektur Jawa, paling tidak bebentuk limasan atau tajug,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Balai Konservasi Borobudur (BKB) melakukan ekskavasi terhadap Situs Samberan di Dusun Samberan, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Yang mana dilakukan sejak 23 Agustus hingga 19 September 2022.
Koordinator Perlindungan BKB Muhammad Taufik mengungkap, berdasar laporan Japan International Cooperation Agency (JICA) sekitar tahun 1979 bahwa di Dusun Samberan diduga terdapat candi dari batu bata.
Kemudian pada tahun 2000, BKB melakukan survei dan juga berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di daerah ini juga ditemukan lapik atau alas arca.
”Tahun 2002 diekskavasi oleh Balai Arkeologi (Balar). Tetapi saat itu belum banyak yang digali. Nah sejak muncul Perpres Nomor 58 Tahun 2014, dijadikanlah kawasan Candi Borobudur dan diserahkan ke BKB. Tahun 2019, dikaji oleh BKB dan ditemukan empat sudut candi,” ungkap Taufik. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar