HARU…Begini Suasana Kala Orang Tua Jemput Anaknya Usai Diperiksa Polres Magelang

BNews—MAGELANG— Orang tua mana yang hatinya tidak miris dan khawatir kala anak kesayangan mereka harus berhadapan dengan hukum. Puluhan orang tua di Magelang ini setia menunggui anak-anaknya yang ditahan Polres Magelang Kota karena terlibat bentrokan.

Mayoritas mereka yang ditahan adalah anak-anak SMK dan ada juga MTS. Kurang lebih 24 jam mereka berada di kantor polisi.

Advertisements


Selama itu pula, orang tua mereka menunggui dengan sabar. Sembari khawatir anak-anaknya akan terus diproses secara hukum karena terlibat kasus pengrusakan saat Aksi #MagelangBergerak, Kamis lalu (26/8).


Suasana haru seketika pecah ketika para bocah akhirnya bisa bertemu langsung dengan ayah dan ibunya, Jumat malam (27/9). Aula Polres Magelang Kota yang biasanya digunakan untuk kegiatan kepolisian berubah menjadi ruang rindu antara orang tua dengan anaknya.

Para bocah tersebut merupakan bekas terduga pelaku kerusuhan pascaaksi damai #MagelangBergerak di depan Kantor DPRD Kota Magelang, Kamis (26/9). Mereka digelandang ke kantor polisi lantaran diduga terlibat provokasi dengan aparat hingga melalukan perusakan fasilitas umum.

Mereka langung memeluk erat orang tuanya. Ada yang menangis sesenggukan sembari minta maaf.

Ada pula yang melakukan sujud syukur karena akhirnya dibebaskan. Suasana di Mapolres Magelang Kota tadi malam tiba-tiba berubah menjadi haru.

Polres Magelang Kota akhirnya melepas 39 dari 59 orang yang diamankan polisi pascakerusuhan di depan kantor DPRD Kota Magelang, Jumat (27/9) pukul 19.00  WIB. Puluhan pelajar tersebut dikembalikan ke orang tua karena tidak cukup bukti.

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi mengatakan, ke-39 orang seluruhnya berstatus pelajar. Mereka diamankan saat kerusuhan usai aksi unjuk rasa damai #MagelangBergerak. Mereka diamankan lantaran diduga melawan petugas hingga merusak fasilitas umum di kantor DPRD dan Pemkot Kota Magelang.

“Kami pulangkan karena karena tidak cukup bukti. Mereka kita kembalikan dengan syarat dijemput orang tua atau wali agar mereka bisa langsung kembali ke rumah masing-masing,” kata Idham.  (han/bn1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: